Indonesian Banks Downplay Rupiah Weakness Impact on Performance
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 19
Sources1 verified

Bank di Indonesia Kurangi Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Kinerja

Tim Editorial AnalisaHub·19 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank-bank di Indonesia menyatakan bahwa pelemahan rupiah tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja mereka karena mereka terutama memberikan pinjaman dalam USD kepada perusahaan yang berorientasi ekspor. Bankir menekankan praktik manajemen risiko mereka, termasuk stress testing dan kepatuhan terhadap regulasi Bank Indonesia. Namun, mereka tetap waspada terhadap implikasi ekonomi yang lebih luas, terutama pada belanja konsumen dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank di Indonesia Menilai Dampak Pelemahan Rupiah

Dampak Minimal pada Sektor Perbankan

Bank-bank di Indonesia meremehkan potensi dampak pelemahan rupiah terhadap kinerja mereka, dengan alasan bahwa mereka terutama memberikan pinjaman dalam USD kepada perusahaan yang berorientasi ekspor dengan pendapatan dalam USD. Ganda Raharja Rusli, Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum di Allo Bank Indonesia (BBHI), menekankan bahwa praktik ini meminimalkan efek pada pendapatan perusahaan dan pembayaran kembali pinjaman. Bank-bank juga telah menerapkan mekanisme untuk mengelola risiko nilai tukar, termasuk penyediaan untuk pembayaran bunga.

Praktik Manajemen Risiko

Bank-bank mematuhi regulasi Bank Indonesia tentang Posisi Devisa Neto dan melakukan stress test untuk menilai potensi dampak depresiasi rupiah yang berkelanjutan pada portofolio pinjaman mereka. Lani Darmawan, Direktur Utama Bank CIMB Niaga (BNGA), mencatat bahwa struktur keuangan mereka tetap didominasi oleh rupiah, sehingga mengurangi eksposur lebih lanjut. Kedua bank mempertahankan komunikasi aktif dengan peminjam USD untuk memantau dan mengelola potensi risiko.

Kekhawatiran Ekonomi yang Lebih Luas

Sementara bank-bank merasa eksposur langsung mereka dapat dikelola, mereka waspada terhadap implikasi ekonomi yang lebih luas. Ganda mencatat bahwa ekonomi Indonesia tetap sangat digerakkan oleh konsumsi, membuatnya rentan terhadap depresiasi rupiah melalui penurunan daya beli konsumen. Hal ini dapat menciptakan efek domino pada perekonomian secara keseluruhan.

Prospek Pasar

Rupiah diperkirakan akan terus melemah, berpotensi menembus level Rp17.000 per USD. Ibrahim Assuaibi, Direktur Utama Forexindo Laba Berjangka, mengaitkan hal ini dengan faktor eksternal seperti tensi geopolitik dan faktor internal seperti IHSG yang mencapai level tertinggi sepanjang masa. Seiring rupiah melemah, korelasi dengan IHSG menunjukkan potensi depresiasi lebih lanjut.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
2 hours ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBHIBNGA

Topics Covered

Rupiah Exchange RateBanking Sector StabilityCurrency Risk Management

Key Events

1

Rupiah Depreciation

2

Banking Sector Risk Assessment

3

Currency Risk Management Practices

Timeline from 1 verified sources