Key insights and market outlook
Bank-bank di Indonesia semakin berhati-hati dalam memberikan pinjaman kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena meningkatnya risiko kredit dan kredit macet. Hingga September 2025, pertumbuhan kredit UMKM melambat menjadi 0,23% year-on-year, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit secara keseluruhan yang mencapai 7% YoY. Analis memperingatkan bahwa bank-bank kecil juga perlu waspada karena mereka memiliki eksposur kredit UMKM yang signifikan 1
Bank-bank di Indonesia semakin berhati-hati dalam memberikan pinjaman kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena meningkatnya risiko kredit. Hingga September 2025, pertumbuhan kredit UMKM melambat menjadi 0,23% year-on-year, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit secara keseluruhan yang mencapai 7% YoY 1
Analis Edo Ardiansyah dari Phillip Sekuritas mencatat bahwa bank-bank mengambil langkah-langkah prudensial dalam memberikan pinjaman kepada UMKM karena profil risiko yang lebih tinggi. Ini termasuk implementasi proses skrining yang lebih ketat untuk memastikan bahwa peminjam layak kredit 1
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit secara keseluruhan mencapai 7,36% YoY pada Oktober 2025, dengan total pinjaman mencapai Rp8.220,21 triliun. Sementara kredit investasi tumbuh sebesar 15,72% dan kredit konsumsi sebesar 7,03%, kredit modal kerja hanya tumbuh 2,39% YoY. Kredit korporasi tumbuh sebesar 11,02%, sementara kredit UMKM sebenarnya terkontraksi sebesar 0,11% YoY 2
Tantangan dalam pinjaman UMKM tidak hanya dialami oleh bank-bank besar. Bahkan bank-bank kecil seperti PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA) memiliki eksposur kredit UMKM yang signifikan. SDRA memiliki produk pinjaman UMKM dengan periode cicilan 3-5 tahun dan mensyaratkan peminjam telah beroperasi minimal tiga tahun dengan keuangan yang positif 2
Kepala Direktorat Stabilitas Sistem Keuangan OJK, Bayu Dwi Kariastanto, mengaitkan perlambatan pertumbuhan kredit dengan kontraksi dalam pinjaman UMKM, yang sebagian disebabkan oleh meningkatnya kredit macet (NPL) yang mendekati 5%. Hal ini menyoroti perlunya bank-bank untuk mempertahankan praktik manajemen risiko yang kuat dalam pinjaman UMKM 2
UMKM Credit Slowdown
Rising NPLs in UMKM Loans