Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia memperpanjang subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100% untuk pembelian rumah hingga 2026, berpotensi meningkatkan kredit pemilikan rumah (KPR). Bank Central Asia (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik kebijakan ini, mengingat potensinya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan perumahan. BCA berencana menawarkan promo khusus bagi nasabah yang memanfaatkan subsidi PPN, termasuk biaya KPR yang lebih ringan.
Keputusan pemerintah Indonesia untuk memperpanjang subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100% untuk pembelian rumah hingga 2026 disambut baik oleh lembaga perbankan besar, terutama Bank Central Asia (BCA). Kebijakan ini diharapkan dapat merangsang permintaan di pasar perumahan dan selanjutnya meningkatkan kredit pemilikan rumah (KPR). Menurut Welly Yandok, Executive Vice President Consumer Loan BCA, insentif pajak ini akan memberikan dampak luas pada perekonomian dengan mendorong pengembang untuk mempercepat pembangunan perumahan, sehingga menghidupkan industri terkait seperti bahan bangunan dan jasa konstruksi.
BCA berencana memperkenalkan promo khusus bagi nasabah yang memanfaatkan subsidi PPN, termasuk biaya proses KPR yang lebih rendah, untuk meringankan beban keuangan pembeli rumah. Pada tahun 2025, sekitar 26% dari total realisasi KPR BCA mendapat manfaat dari subsidi PPN. Dengan adanya perpanjangan insentif ini hingga 2026, bank optimis akan pertumbuhan lebih lanjut dalam penyaluran KPR. Welly Yandok menekankan bahwa subsidi ini membuat pembelian rumah lebih terjangkau bagi nasabah, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas kredit perumahan dengan mengurangi kemungkinan gagal bayar.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendukung inisiatif pemerintah, percaya bahwa perpanjangan insentif pajak ini kemungkinan akan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dalam kredit perumahan di bank. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mencatat bahwa berbagai program pemerintah, terutama yang meningkatkan daya beli masyarakat dan merangsang sektor ekonomi seperti properti, akan mendorong bank untuk memperluas kredit dan meningkatkan intermediasi keuangan. Namun, ia juga menyoroti pentingnya faktor pendukung lain, seperti kemampuan masyarakat untuk membayar angsuran, dalam menjaga pertumbuhan kredit perumahan.
Perpanjangan subsidi PPN dipandang sebagai perkembangan positif bagi sektor perbankan, terutama bagi bank dengan portofolio KPR yang signifikan. Bank diharapkan dapat mengoptimalkan dukungan mereka terhadap kebijakan pemerintah sambil menjaga praktik manajemen risiko yang prudent. Kondisi likuiditas bank, yang sebagian besar didanai oleh deposito pihak ketiga, diharapkan tetap kuat, mendukung kemampuan mereka untuk menyalurkan kredit, termasuk KPR. Sementara sektor perbankan terus menavigasi lanskap ekonomi yang terus berkembang, OJK mendorong bank untuk menyeimbangkan aktivitas kredit mereka dengan manajemen risiko untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
VAT Subsidy Extension for Home Purchases
Mortgage Lending Growth Potential