Indonesian Banks Eye Boost in Mortgage Lending with Extended Tax Incentives
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 8
Sources1 verified

Bank di Indonesia Optimis KPR Meningkat dengan Perpanjangan Insentif Pajak

Tim Editorial AnalisaHub·8 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemerintah Indonesia memperpanjang subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100% untuk pembelian rumah hingga 2026, berpotensi meningkatkan kredit pemilikan rumah (KPR). Bank Central Asia (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik kebijakan ini, mengingat potensinya untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan perumahan. BCA berencana menawarkan promo khusus bagi nasabah yang memanfaatkan subsidi PPN, termasuk biaya KPR yang lebih ringan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Melihat Potensi Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah

Perpanjangan Insentif Pajak untuk Meningkatkan Permintaan Perumahan

Keputusan pemerintah Indonesia untuk memperpanjang subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100% untuk pembelian rumah hingga 2026 disambut baik oleh lembaga perbankan besar, terutama Bank Central Asia (BCA). Kebijakan ini diharapkan dapat merangsang permintaan di pasar perumahan dan selanjutnya meningkatkan kredit pemilikan rumah (KPR). Menurut Welly Yandok, Executive Vice President Consumer Loan BCA, insentif pajak ini akan memberikan dampak luas pada perekonomian dengan mendorong pengembang untuk mempercepat pembangunan perumahan, sehingga menghidupkan industri terkait seperti bahan bangunan dan jasa konstruksi.

Respons Positif dari Sektor Perbankan

BCA berencana memperkenalkan promo khusus bagi nasabah yang memanfaatkan subsidi PPN, termasuk biaya proses KPR yang lebih rendah, untuk meringankan beban keuangan pembeli rumah. Pada tahun 2025, sekitar 26% dari total realisasi KPR BCA mendapat manfaat dari subsidi PPN. Dengan adanya perpanjangan insentif ini hingga 2026, bank optimis akan pertumbuhan lebih lanjut dalam penyaluran KPR. Welly Yandok menekankan bahwa subsidi ini membuat pembelian rumah lebih terjangkau bagi nasabah, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas kredit perumahan dengan mengurangi kemungkinan gagal bayar.

Perspektif Regulator

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendukung inisiatif pemerintah, percaya bahwa perpanjangan insentif pajak ini kemungkinan akan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dalam kredit perumahan di bank. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, mencatat bahwa berbagai program pemerintah, terutama yang meningkatkan daya beli masyarakat dan merangsang sektor ekonomi seperti properti, akan mendorong bank untuk memperluas kredit dan meningkatkan intermediasi keuangan. Namun, ia juga menyoroti pentingnya faktor pendukung lain, seperti kemampuan masyarakat untuk membayar angsuran, dalam menjaga pertumbuhan kredit perumahan.

Implikasi bagi Sektor Perbankan

Perpanjangan subsidi PPN dipandang sebagai perkembangan positif bagi sektor perbankan, terutama bagi bank dengan portofolio KPR yang signifikan. Bank diharapkan dapat mengoptimalkan dukungan mereka terhadap kebijakan pemerintah sambil menjaga praktik manajemen risiko yang prudent. Kondisi likuiditas bank, yang sebagian besar didanai oleh deposito pihak ketiga, diharapkan tetap kuat, mendukung kemampuan mereka untuk menyalurkan kredit, termasuk KPR. Sementara sektor perbankan terus menavigasi lanskap ekonomi yang terus berkembang, OJK mendorong bank untuk menyeimbangkan aktivitas kredit mereka dengan manajemen risiko untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
14 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BBCA

Topics Covered

Mortgage LendingTax IncentivesHousing Market Stimulus

Key Events

1

VAT Subsidy Extension for Home Purchases

2

Mortgage Lending Growth Potential

Timeline from 1 verified sources