Key insights and market outlook
Memasuki Desember 2025, bank-bank di Indonesia menghadapi tekanan meningkat untuk mencapai target tahunan. Pertumbuhan kredit masih lambat di 7,36% YoY per Oktober 2025, dengan hanya dua bank besar yang mencapai pertumbuhan dobel digit: Bank Mandiri (11,08%) dan Bank Syariah Indonesia (13,01%). Sementara beberapa bank seperti BTN (13,73%) dan Danamon (10,53%) mencatat pertumbuhan laba dobel digit, bank lain seperti Bank Mandiri (-9,7%) dan BNI (-6,35%) mengalami penurunan laba.
Hingga Oktober 2025, sektor perbankan Indonesia mencatat pertumbuhan kredit tahunan sebesar 7,36%, menunjukkan lingkungan yang menantang untuk mencapai target tahunan. Pertumbuhan lambat ini tercermin dalam kinerja bank-bank besar, di mana hanya dua dari sepuluh bank besar yang mencapai pertumbuhan kredit dobel digit: PT Bank Mandiri Tbk (11,08% YoY) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (13,01% YoY).
Kinerja laba di antara bank-bank besar menunjukkan gambaran yang beragam. Sementara beberapa bank berhasil mencapai pertumbuhan laba dobel digit - seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (13,73% YoY) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (10,53% YoY) - bank lain mengalami penurunan signifikan. Secara khusus, PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk masing-masing mencatat penurunan laba sebesar 9,7% YoY dan 6,35% YoY.
Sektor perbankan menghadapi tantangan signifikan saat mendekati akhir tahun 2025. Dengan pertumbuhan kredit yang tetap lesu dan kinerja laba yang bervariasi di berbagai institusi, bank-bank harus menghadapi tantangan ini untuk mencapai target akhir tahun. Tren saat ini menunjukkan bahwa mencapai pertumbuhan dobel digit, seperti yang terlihat pada tahun-tahun sebelumnya, akan sangat sulit bagi sebagian besar bank.
Credit Growth Slowdown
Mixed Bank Earnings Performance