Key insights and market outlook
Bank-bank di Indonesia diperkirakan akan terus menghadapi tekanan margin hingga awal 2026, dengan Rasio NIM (Net Interest Margin) sektor perbankan turun menjadi 4,57% pada Oktober 2025 dari 4,62% pada Desember 2024. Bank-bank besar seperti Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA) menunjukkan tren serupa. Sementara itu, laba BNI turun 6% YoY menjadi Rp 18,62 triliun hingga November 2025, terutama karena penurunan pendapatan bunga bersih.
Sektor perbankan Indonesia diperkirakan akan terus menghadapi tekanan margin hingga awal 2026. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rasio NIM (Net Interest Margin) sektor perbankan turun menjadi 4,57% pada Oktober 2025, menurun dari 4,62% pada Desember 2024 dan 4,61% pada Oktober 2024. Penurunan ini menunjukkan tantangan yang terus berlanjut dalam menjaga margin bunga meskipun ada upaya untuk menstabilkan sektor keuangan.
Bank-bank besar di Indonesia mengalami penurunan NIM yang serupa. Misalnya, NIM Bank Mandiri untuk November 2025 berada di 4,3%, turun dari 4,6% pada Oktober 2025. Untuk periode Januari hingga November 2025, NIM Bank Mandiri tercatat sebesar 4,5%, tetap di bawah target manajemen sebesar 4,8% hingga 5% untuk tahun 2025.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) juga melaporkan penurunan laba, dengan laba bank only turun 6% YoY menjadi Rp 18,62 triliun hingga November 2025. Laba pada periode yang sama tahun sebelumnya adalah Rp 19,8 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan bunga bersih yang turun sekitar Rp 178 miliar menjadi Rp 35,4 triliun.
Tekanan yang terus berlanjut pada NIM dan penurunan laba di antara bank-bank besar menunjukkan bahwa sektor perbankan Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam jangka pendek. Tren ini menunjukkan area fokus potensial bagi regulator dan manajemen bank untuk mengatasi tekanan margin dan menstabilkan kinerja keuangan.
NIM Decline in Major Banks
BNI Profit Decrease