Key insights and market outlook
Bank-bank di Indonesia gencar mempromosikan program deposito berjangka untuk memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK) di tengah pertumbuhan yang melambat dan permintaan kredit yang diperkirakan meningkat di 2026. Bank-bank seperti PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA) dan bank digital seperti PT Bank Jago Tbk. (ARTO) dan PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) menawarkan suku bunga kompetitif dan produk inovatif. Pertumbuhan DPK melambat menjadi 8,1% year-on-year pada Oktober 2025, turun dari 8,4% sebelumnya, dengan simpanan korporasi memimpin pertumbuhan sebesar 15,9% yoy.
Bank-bank di Indonesia semakin gencar mempromosikan program deposito berjangka untuk memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK) menjelang akhir tahun. Langkah strategis ini didorong oleh kebutuhan untuk menjaga struktur likuiditas yang kuat di tengah dinamika pasar keuangan, tren penurunan suku bunga acuan, dan meningkatnya kebutuhan ekspansi kredit memasuki tahun 2026.
Menurut data Bank Indonesia (BI), Dana Pihak Ketiga perbankan nasional mencapai Rp9.153,6 triliun pada Oktober 2025, tumbuh 8,1% year-on-year (yoy). Meskipun ini menunjukkan perlambatan dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 8,4% yoy, pertumbuhan DPK secara keseluruhan masih positif. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh giro dan tabungan yang masing-masing meningkat sebesar 13,2% yoy dan 7,2% yoy. Deposito tumbuh dengan tingkat yang lebih moderat sebesar 4,9% yoy.
Pertumbuhan DPK terutama didorong oleh simpanan korporasi yang naik sebesar 15,9% yoy, meningkat dari 15,5% yoy pada bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa entitas korporasi terus menjadi sumber dana yang signifikan bagi bank-bank di Indonesia.
Sebagai respons terhadap persaingan yang ketat, bank-bank menawarkan produk deposito yang menarik. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA) telah meluncurkan program Deposito Optima, menawarkan kombinasi tenor 3 dan 6 bulan dengan suku bunga hingga 5,1% untuk deposito mulai dari Rp50 juta untuk individu dan Rp500 juta untuk korporasi. Bank digital juga turut serta; PT Bank Jago Tbk. (ARTO) memperkenalkan promosi deposito November 2025 dengan suku bunga hingga 5% untuk deposito serendah Rp10 juta dengan tenor 14 hari. Sementara itu, PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) meluncurkan Ala Deposito Spesial dengan akad mudharabah, menawarkan nisbah bagi hasil hingga 68%, setara dengan return 7,25%, dengan tambahan bonus yang membawa total benefit setara dengan 9%.
Analis melihat strategi promosi deposito yang agresif ini sebagai respons terhadap antisipasi permintaan kredit yang lebih tinggi di 2026. Dengan memperkuat basis deposito, bank-bank bertujuan untuk menjaga rasio loan-to-deposit yang sehat dan mendukung rencana ekspansi kredit di masa depan. Fase saat ini dipandang sebagai normalisasi strategi pendanaan, di mana bank perlu mengoptimalkan komposisi pendanaan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Deposit Promotion Campaigns
DPK Growth Slowdown
Competitive Interest Rates