Key insights and market outlook
Bank-bank besar di Indonesia memasuki musim dividen tahunan, dengan BBCA memimpin dengan pengumuman dividen interim tunai sebesar Rp 55 per saham, naik 10% dari tahun sebelumnya. BBRI, BMRI, dan BBNI juga diharapkan menawarkan yield yang menarik, berkisar antara 2-9% berdasarkan tren historis. Analis merekomendasikan fokus pada bank dengan ROE tinggi, rasio CASA besar, dan pertumbuhan stabil untuk potensi dividen dan capital gain yang optimal.
Sektor perbankan Indonesia memasuki musim dividen tahunan, dengan pemain besar seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) diharapkan mendistribusikan dividen signifikan kepada pemegang saham. BBCA memulai tren dengan mengumumkan dividen interim tunai sebesar Rp 55 per saham, mewakili kenaikan 10% dari tahun sebelumnya.
Data historis menunjukkan bahwa yield dividen bank-bank besar ini berkisar antara 2% hingga 9% dalam lima tahun terakhir, dengan BMRI dan BBRI menjadi yang paling menarik dalam hal persentase yield. Analis dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyoroti bahwa bank-bank ini memiliki rekam jejak kuat dalam menjaga rasio pembayaran yang stabil, termasuk pembayaran dividen interim dan final yang teratur.
Muhammad Wafi dari KISI mencatat bahwa BBCA dikenal dengan model distribusi dividen yang stabil dan terprediksi, sementara BBRI sering menawarkan yield lebih menarik karena ROE tinggi dan komitmen kuat terhadap return pemegang saham. Dalam kondisi pasar saat ini, strategi dividend hunting menjadi semakin menarik karena memberikan return tunai langsung di tengah volatilitas pasar.
Sektor perbankan diharapkan tetap solid dalam jangka panjang, dengan potensi pemulihan valuasi seiring ekspektasi penurunan suku bunga di 2026. Analis merekomendasikan strategi akumulasi bertahap saat terjadi koreksi harga, fokus pada bank dengan ROE tinggi, rasio CASA besar, dan pertumbuhan stabil. Pendekatan ini diharapkan memberikan keseimbangan antara pendapatan dividen dan potensi capital gain jangka panjang.
Handiman Soetoyo dari Solstice Indonesia mencatat bahwa bank-bank Indonesia dikenal karena pembayaran dividen yang generos, didukung oleh rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat, saat ini mencapai 26,15% per September 2025, jauh di atas persyaratan regulator. Kondisi pasar saat ini, dengan banyak saham perbankan diperdagangkan di bawah rata-rata historis lima tahun, menyajikan waktu yang tepat bagi investor untuk mengakumulasi saham menggunakan strategi dollar cost averaging.
Dividend Season Start
Interim Dividend Announcement
Banking Sector Outlook