Key insights and market outlook
Walaupun ada upaya untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan, perbankan Indonesia tetap menunjukkan minat kuat pada sektor pertambangan, dengan pertumbuhan kredit mencapai 17,03% YoY dibandingkan dengan pertumbuhan kredit secara umum sebesar 6,9% YoY. Sebagian besar kredit pertambangan dialokasikan untuk kredit investasi, yang meningkat 49,3% YoY menjadi Rp 221 triliun, sementara kredit modal kerja mengalami kontraksi sebesar 10,3% YoY menjadi Rp 157,5 triliun.
Walaupun sektor keuangan Indonesia semakin fokus pada praktik pinjaman berkelanjutan, perbankan tetap menunjukkan minat besar pada eksposur kredit di sektor pertambangan. Berdasarkan laporan uang beredar Bank Indonesia, sementara kredit perbankan secara keseluruhan tumbuh sebesar 6,9% year-on-year (YoY), kredit ke sektor pertambangan dan penggalian menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih kuat sebesar 17,03% YoY.
Komposisi kredit ke sektor pertambangan menunjukkan tren yang menarik. Sebagian besar kredit pertambangan dialokasikan untuk kredit investasi, yang mengalami pertumbuhan luar biasa sebesar 49,3% YoY, mencapai Rp 221 triliun. Sebaliknya, kredit modal kerja di sektor pertambangan mengalami kontraksi sebesar 10,3% YoY menjadi Rp 157,5 triliun. Peralihan ke pinjaman investasi ini menunjukkan bahwa perusahaan pertambangan lebih fokus pada proyek jangka panjang daripada kebutuhan operasional jangka pendek.
Pertumbuhan kredit sektor pertambangan yang terus kuat, terutama pada kredit investasi, menunjukkan bahwa perbankan tetap percaya pada potensi sektor ini meskipun terjadi fluktuasi pasar global. Tren ini perlu diawasi ketat oleh regulator keuangan karena dapat berdampak pada eksposur risiko kredit secara keseluruhan dalam sistem perbankan.
Mining Credit Growth Acceleration
Shift to Investment Loans