Indonesian Banks Navigate Slowing Consumer Spending Amid Paylater Growth
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources2 verified

Bank di Indonesia Navigasi Perlambatan Belanja Konsumen di Tengah Pertumbuhan Paylater

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank-bank di Indonesia menerapkan strategi untuk mempertahankan pertumbuhan paylater di tengah perlambatan belanja konsumen, di mana outstanding kredit BNPL mencapai Rp24,86 triliun dengan pertumbuhan 25,9% YoY 1

. Sementara itu, bank-bank juga mencari likuiditas valas meskipun permintaan kredit lemah, dengan penyaluran kredit valas sebesar Rp1.222 triliun per Juli 2025 2.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Navigasi Tantangan Pertumbuhan yang Kompleks

Pertumbuhan Paylater Menghadapi Hambatan

Sektor perbankan Indonesia mengalami perlambatan belanja konsumen yang mempengaruhi pertumbuhan layanan buy now, pay later (BNPL) atau paylater. Meskipun demikian, outstanding kredit BNPL yang dikelola bank tetap mencapai Rp24,86 triliun pada November 2025, tumbuh sebesar 25,9% year-on-year (YoY) 1

. Meskipun ini merupakan tingkat pertumbuhan yang kuat, namun menandai perlambatan dari pertumbuhan 32,35% YoY yang tercatat pada Agustus 2025 1.

Menurut Trioksa Siahaan, Wakil Presiden Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), perlambatan pertumbuhan BNPL erat kaitannya dengan tren konsumsi rumah tangga. "Tingkat daya beli, yang saat ini membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja, berpengaruh. Jika membaik, BNPL juga akan membaik," jelas Trioksa 1

. Observasi ini didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat menjadi 4,89% YoY di Q3 2025, turun dari 4,97% YoY pada kuartal sebelumnya 1.

Bank Mencari Likuiditas Valas di Tengah Permintaan Kredit yang Lemah

Dalam perkembangan terpisah, bank-bank di Indonesia secara aktif mencari likuiditas valas meskipun permintaan kredit valas lemah. Hingga Juli 2025, penyaluran kredit valas mencapai Rp1.222 triliun, menunjukkan pertumbuhan 4,35% YoY yang modest 2

. Perilaku bank yang 'memburu' likuiditas sementara permintaan kredit tetap lesu ini menghadirkan potensi tantangan karena melibatkan pemeliharaan dana mahal yang mungkin tidak segera disalurkan ke dalam aktivitas perkreditan yang menguntungkan 2.

Implikasi Strategis bagi Bank di Indonesia

Tantangan ganda berupa perlambatan pertumbuhan paylater dan lemahnya permintaan kredit valas ini menuntut bank untuk mengadopsi strategi yang tepat. Untuk produk BNPL, bank mungkin perlu fokus pada manajemen risiko dan retensi pelanggan seiring melambatnya pertumbuhan. Untuk operasi valas, bank harus menyeimbangkan manajemen likuiditas dengan potensi risiko mempertahankan dana berbiaya tinggi di lingkungan permintaan yang rendah.

Sumber

  1. [Kontan - Strategi Bank Jaga Pertumbuhan Paylater](
  2. [Kontan - Berburu Likuiditas Valas](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
2 verified

Topics Covered

BNPL GrowthConsumer SpendingForeign Currency Liquidity

Key Events

1

BNPL Credit Growth Slowdown

2

Foreign Currency Lending Trends

Timeline from 2 verified sources