Key insights and market outlook
Menjelang akhir 2025, bank-bank di Indonesia bersiap menghadapi lonjakan transaksi valuta asing yang didorong oleh peningkatan perjalanan ke luar negeri dan aktivitas bisnis. BCA melaporkan pertumbuhan positif transaksi valas, yang dikaitkan dengan pemulihan ekonomi domestik dan faktor global. Bank tersebut mempertahankan likuiditas valas yang memadai untuk memenuhi permintaan yang meningkat, dengan transaksi yang terutama terkait dengan aktivitas ekspor-impor dan remitansi.
Menjelang akhir tahun 2025, bank-bank di Indonesia bersiap menghadapi lonjakan transaksi valuta asing yang diantisipasi. Peningkatan permintaan ini terutama didorong oleh dua faktor utama: peningkatan perjalanan ke luar negeri untuk liburan dan aktivitas bisnis yang meningkat di kalangan perusahaan Indonesia.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengonfirmasi bahwa bank telah melihat pertumbuhan positif dalam transaksi valuta asingnya. Meskipun angka spesifik tidak diungkapkan, Hera mengaitkan pertumbuhan ini dengan fundamental ekonomi domestik dan global. Pemulihan ekonomi domestik Indonesia telah menyebabkan peningkatan aktivitas transaksi, terutama di bidang bisnis ekspor-impor dan remitansi, yang merupakan mayoritas transaksi valuta asing BCA.
Hera menekankan bahwa BCA siap memenuhi permintaan valuta asing yang meningkat. Bank mempertahankan likuiditas valas yang memadai dalam cadangannya, memastikan bahwa bank dapat melayani kebutuhan klien individu dan korporat. Persiapan strategis ini sangat penting karena periode akhir tahun biasanya melihat lonjakan transaksi valuta asing karena peningkatan perjalanan dan aktivitas bisnis.
BCA optimis tentang kemampuannya untuk mengelola transaksi valuta asing secara efektif ke depan. Keyakinan bank didasarkan pada penilaian berbagai faktor, termasuk proyeksi pertumbuhan transaksi, kondisi ekonomi domestik dan global, serta potensi pergerakan nilai tukar rupiah. Dengan mempertahankan posisi likuiditas valas yang kuat, BCA bertujuan mendukung klien individu dan korporat dalam transaksi internasional mereka, sehingga berkontribusi pada stabilitas keseluruhan sistem keuangan Indonesia.
Increased Foreign Currency Demand
Positive Forex Transaction Growth
Bank Liquidity Management