Key insights and market outlook
Bank-bank besar Indonesia, termasuk Permata Bank dan BCA, tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit konsumer di tahun 2026 meskipun ada kekhawatiran tentang pelemahan daya beli masyarakat. Permata Bank memproyeksikan pertumbuhan 10% pada kredit konsumer, didorong oleh kinerja kuat pada kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor. BCA juga mempertahankan outlook positif yang didukung oleh pertumbuhan 3,3% year-on-year pada kredit konsumer hingga September 2025.
Bank-bank besar di Indonesia tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit konsumer di tahun 2026 meskipun ada kekhawatiran tentang pelemahan daya beli masyarakat. Permata Bank memproyeksikan pertumbuhan 10% pada portofolio kredit konsumernya, dengan kinerja yang bervariasi di berbagai segmen. Haryanto, Division Head Consumer Lending Permata Bank, menyatakan bahwa proyeksi ini didasarkan pada ekspektasi positif di berbagai kategori kredit konsumer.
Permata Bank sangat optimis terhadap segmen usaha kecil dan menengah (UKM/SME), mengantisipasi pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan kategori lainnya. Bank juga mengharapkan peningkatan kinerja kartu kredit dan pinjaman pribadi. Secara khusus, kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor diharapkan tumbuh lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengungkapkan keyakinannya dalam mencapai target pertumbuhan kredit untuk 2025 dan mempertahankan tren positif hingga 2026. Hingga September 2025, BCA melaporkan penyaluran kredit konsumer sebesar Rp223,6 triliun, yang mewakili pertumbuhan 3,3% year-on-year. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan 6,4% pada kredit pemilikan rumah menjadi Rp138,8 triliun.
Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan kredit, BCA berencana terus menawarkan promo menarik dengan suku bunga kompetitif untuk merangsang permintaan. Bank ini bertujuan untuk menyeimbangkan manajemen likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat sambil mempertahankan praktik manajemen risiko yang disiplin. Strategi ini dirancang untuk mendukung kinerja bank dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Baik Permata Bank maupun BCA memanfaatkan posisi likuiditas mereka yang kuat untuk mendukung pertumbuhan kredit sambil mempertahankan praktik manajemen risiko yang hati-hati. Proyeksi optimis mereka didasarkan pada stabilitas ekonomi yang terus berlanjut dan kebijakan moneter yang efektif.
Consumer Credit Growth Projection
Banking Sector Outlook