Key insights and market outlook
Meski tantangan di segmen UMKM masih berlanjut akibat ketidakpastian geopolitik global dan permintaan pembiayaan yang belum sepenuhnya pulih, bank-bank besar di Indonesia termasuk Permata Bank, Allo Bank, dan BSI tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan UMKM. Bank-bank ini menerapkan strategi seperti pertumbuhan yang prudent, digitalisasi proses kredit, dan pembiayaan berbasis ekosistem untuk mengurangi risiko dan memanfaatkan peluang di segmen UMKM.
Bank-bank besar di Indonesia tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meskipun masih menghadapi tantangan. Menurut Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, bank tersebut tetap positif terhadap pertumbuhan UMKM yang didukung oleh regulasi baru dan digitalisasi proses kredit.
Untuk mengatasi tantangan, bank-bank menerapkan berbagai strategi manajemen risiko. Permata Bank fokus pada pertumbuhan yang prudent dengan menargetkan segmen mikro dan UMKM yang memiliki rekam jejak digital. Mereka juga memanfaatkan Innovative Credit Scoring (ICS) dan kolaborasi ekosistem untuk memperkuat rantai pasok UMKM. Direktur Risiko Allo Bank, Ganda Raharja Rusli, menekankan pentingnya memiliki strategi filtering yang kuat dan monitoring usaha yang ketat untuk menyeimbangkan peluang dan risiko di sektor UMKM.
Lanskap kredit UMKM menunjukkan kontraksi pada November 2025, dengan total kredit UMKM menurun sebesar 0,7% year-on-year menjadi Rp1.493,8 triliun. Kontraksi ini terutama disebabkan oleh penurunan kredit skala mikro dan menengah yang masing-masing turun sebesar 5,5% YoY dan 0,6% YoY. Namun, kredit UMKM skala kecil menunjukkan pertumbuhan positif, mencapai Rp526,9 triliun dengan peningkatan 5,9% YoY, meskipun lebih lambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4% YoY.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, menyoroti strategi banknya dalam mengadopsi pembiayaan berbasis ekosistem dengan berintegrasi ke dalam rantai nilai industri seperti bisnis halal, pesantren, dan komunitas lokal. Pendekatan ini, dikombinasikan dengan proses bisnis yang didigitalisasi dan penilaian kredit yang lebih akurat, membantu mengurangi risiko sambil menargetkan peluang pertumbuhan.
MSME Credit Contraction
Banking Strategy Adjustments
Digitalization in MSME Financing