Key insights and market outlook
Perbankan Indonesia mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,18% year-on-year menjadi Rp 9.695 triliun pada September 2025. Sementara giro tumbuh 13,7% YoY, laju pertumbuhannya melambat dari 14,3% YoY di Agustus. Tabungan dan deposito juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, dengan tabungan meningkat menjadi 6,4% YoY dari 5,5% dan deposito naik menjadi 5,8% YoY dari 5,4% pada bulan sebelumnya.
Sektor perbankan Indonesia mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,18% year-on-year menjadi Rp 9.695 triliun pada September 2025, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pertumbuhan ini menunjukkan percepatan dari 8,51% YoY pada Agustus 2025, menandakan kepercayaan yang terus meningkat terhadap sistem perbankan.
Walaupun pertumbuhan DPK secara keseluruhan kuat, komponen yang berbeda menunjukkan tren yang bervariasi. Giro mencatat pertumbuhan 13,7% YoY menjadi Rp 2.874 triliun pada September 2025, meskipun ini merupakan perlambatan dari pertumbuhan 14,3% YoY pada Agustus. Sebaliknya, tabungan dan deposito menunjukkan percepatan pertumbuhan selama periode yang sama. Tabungan tumbuh sebesar 6,4% YoY pada September, naik dari 5,5% YoY pada Agustus, sementara deposito meningkat menjadi 5,8% YoY dari 5,4% YoY pada periode yang sama.
Pertumbuhan DPK mencerminkan kemampuan sektor perbankan dalam menghimpun dana meskipun terdapat tantangan ekonomi. Perlambatan pertumbuhan giro bersamaan dengan peningkatan tabungan dan deposito menunjukkan pergeseran perilaku deposan menuju penempatan yang lebih jangka panjang. Tren ini mungkin memiliki implikasi bagi manajemen likuiditas bank dan kemampuan pinjaman di bulan-bulan mendatang.
DPK Growth Acceleration
Demand Deposit Growth Slowdown
Savings and Time Deposit Increase