Key insights and market outlook
Bank-bank besar Indonesia, termasuk Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BCA), mengalami pertumbuhan signifikan dalam transaksi uang elektronik selama libur akhir tahun 2025. Transaksi Mandiri e-money meningkat setelah bank tersebut mendistribusikan 956.250 kartu baru untuk memenuhi permintaan yang meningkat 1
Bank-bank besar Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam transaksi uang elektronik selama libur akhir tahun 2025. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mendistribusikan 956.250 kartu e-money baru di seluruh Indonesia untuk memenuhi antisipasi peningkatan transaksi 2
Pertumbuhan transaksi uang elektronik bukan hanya terjadi pada Mandiri saja. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melaporkan bahwa layanan Flazz e-money mencapai 964 juta transaksi dalam 11 bulan pertama 2025, mewakili pertumbuhan 11% tahun-ke-tahun 1
Lonjakan transaksi uang elektronik selama libur akhir tahun merupakan bagian dari tren yang lebih luas dalam lanskap pembayaran digital Indonesia. Menurut data Bank Indonesia, total dana mengendap di uang elektronik dan dompet digital mencapai Rp15,86 triliun pada Oktober 2025, menandai peningkatan 19,76% tahunan 3
Beberapa faktor berkontribusi pada pertumbuhan cepat transaksi uang elektronik:
Lonjakan transaksi uang elektronik berdampak positif pada pendapatan berbasis komisi bank. Bagi BCA, pertumbuhan transaksi digital berkontribusi pada peningkatan 12,4% tahun-ke-tahun dalam pendapatan non-bunga menjadi Rp21,3 triliun pada Q3 2025 1
Ketika Indonesia terus mengadopsi pembayaran digital, bank-bank kemungkinan akan terus fokus pada peningkatan layanan e-money mereka. Bank Mandiri berkomitmen untuk mendorong inovasi dalam penawaran e-money, dengan opsi top-up yang mudah melalui berbagai platform digital menjadi fitur utama 2
E-Money Transaction Surge
Digital Payment Growth
Fee-Based Income Increase