Indonesian Banks Show Optimism in Q4 2025 Amid Economic Growth
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources3 verified

Bank-bank di Indonesia Tunjukkan Optimisme di Kuartal IV 2025 di Tengah Pertumbuhan Ekonomi

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank-bank di Indonesia tetap optimis terhadap kinerja mereka di Kuartal IV 2025, didorong oleh pertumbuhan kredit yang diharapkan dan kondisi makroekonomi yang membaik. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa bank-bank percaya diri dalam mencapai target bisnis mereka untuk tahun 2025, dengan sektor-sektor kunci seperti manufaktur, pertambangan, dan transportasi diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan kredit 1

3.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Perbankan Indonesia Menunjukkan Ketahanan di Kuartal IV 2025

Optimisme Didukung oleh Harapan Pertumbuhan Kredit

Sektor perbankan Indonesia menunjukkan optimisme kuat untuk Kuartal IV 2025, menurut survei terbaru OJK tentang Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO). Dilakukan pada Oktober 2025 terhadap 102 bank yang mewakili 99,25% total aset perbankan, survei ini mengungkapkan bahwa bank-bank percaya diri terhadap kinerja mereka hingga akhir tahun 1

.

Faktor Utama Optimisme Perbankan

  1. Pertumbuhan Sektor Manufaktur: Sektor manufaktur, yang tumbuh 8,64% YoY hingga September 2025, diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan kredit 1.
  2. Sektor Pertambangan dan Transportasi: Sektor-sektor ini menunjukkan tingkat pertumbuhan signifikan sebesar 19,15% dan 19,32% yang berkontribusi pada optimisme perbankan 1.
  3. Stabilitas Makroekonomi: Harapan perbaikan kondisi makroekonomi domestik, didukung oleh penurunan BI Rate dan penguatan Rupiah, meningkatkan kepercayaan bankir 3.
  4. Stimulus Pemerintah: Paket stimulus 8+4+5 dari pemerintah diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi 3.

Likuiditas dan Kinerja Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diperkirakan akan mengalami peningkatan likuiditas hingga 2026, didorong oleh penurunan biaya dana dan pertumbuhan kredit yang didukung oleh peningkatan simpanan. Analis memproyeksikan bahwa rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) Mandiri akan mencapai 90% pada akhir tahun, turun dari 94% di Kuartal III 2025 2

.

Sorotan Keuangan Bank Mandiri

  • Pertumbuhan kredit tetap kuat pada 11% YoY hingga Kuartal III 2025
  • Pendapatan bunga bersih naik 10,5% YoY menjadi Rp122,3 triliun
  • Laba bersih turun 10,2% YoY menjadi Rp37,73 triliun karena beban bunga dan biaya operasional yang lebih tinggi
  • Bank diharapkan mendapat manfaat dari injeksi likuiditas Rp200 triliun dari pemerintah ke bank-bank BUMN, dengan BMRI menerima Rp55 triliun 2

Tantangan dan Peluang

Meskipun bank-bank optimis, mereka menghadapi tantangan seperti potensi tekanan inflasi akibat peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi selama periode akhir tahun. Arus kas bersih perbankan diperkirakan menurun, meskipun arus kasak keluar juga diperkirakan meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan operasional nasabah dan belanja pemerintah daerah 3

.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Industri Pengolahan hingga Pengangkutan jadi Sektor Penggerak Kredit Bank](
  2. [Bisnis.com - Proyeksi Terbaru soal Likuiditas Bank Mandiri (BMRI)](
  3. [Bisnis.com - Survei OJK Ungkap Keyakinan Bankir terhadap Kinerja Akhir Tahun](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
15 min
Sources
3 verified

Topics Covered

Pertumbuhan KreditKinerja PerbankanKondisi Makroekonomi

Key Events

1

Pertumbuhan Kredit Kuartal IV 2025

2

Injeksi Likuiditas Pemerintah

3

Penurunan BI Rate

Timeline from 3 verified sources