Key insights and market outlook
Bank-bank besar Indonesia, termasuk Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Tabungan Negara (BTN), memperkuat posisi modal mereka untuk mendukung ekspansi bisnis di 2026. Kedua bank tersebut mempertahankan rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat di atas persyaratan regulator, dengan BCA mencapai 29,9% dan BTN menargetkan 18-20%. Kesiapan modal ini memungkinkan mereka menghadapi dinamika ekonomi sambil mendukung inisiatif pertumbuhan.
Bank-bank di Indonesia memasuki tahun 2026 dengan posisi modal yang kuat, menempatkan mereka untuk ekspansi bisnis yang berkelanjutan sambil menjaga ketahanan finansial. Pemain besar seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Tabungan Negara (BTN) memimpin tren ini dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat 1
Bank Central Asia melaporkan CAR sebesar 29,9% per September 2025, jauh di atas persyaratan regulator. Manajemen bank menekankan bahwa posisi modal yang kuat ini memberikan bantalan yang memadai terhadap potensi risiko sambil mendukung pengembangan bisnis 2
Manajemen BTN, yang dipimpin oleh Direktur Risk Management Setiyo Wibowo, menekankan bahwa mempertahankan CAR antara 18-20% dianggap optimal untuk menyeimbangkan inisiatif pertumbuhan dan manajemen risiko. Bank sedang menyiapkan berbagai opsi penguatan modal, termasuk penerbitan surat berharga dengan karakteristik modal, pinjaman pemegang saham, atau right issue bila diperlukan 3
Posisi modal yang kuat dari bank-bank besar ini muncul ketika sektor perbankan Indonesia menghadapi peluang dan tantangan di 2026. Dengan inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan, bank-bank berada pada posisi yang baik untuk mendukung inisiatif ekonomi nasional, khususnya di pembiayaan perumahan di mana BTN memainkan peran penting 1
Capital Adequacy Ratio Maintenance
Business Expansion Plans
Risk Management Strategies