Key insights and market outlook
Saham bank besar di Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan meskipun investor asing melakukan penjualan, dengan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatat net buy asing sebesar Rp 25,73 miliar pada 1 Desember 2025. Sektor perbankan diperkirakan akan mendapat keuntungan dari window dressing akhir tahun, yang berpotensi meningkatkan kinerja saham dalam jangka pendek. Analis tetap optimis tentang prospek jangka panjang meskipun terjadi koreksi baru-baru ini.
Bank-bank besar di Indonesia memulai Desember dengan catatan positif, meskipun investor asing melakukan penjualan saham dalam beberapa waktu terakhir. Pada 1 Desember 2025, saham bank besar menunjukkan kinerja beragam: PT Bank Central Asia (BBCA) naik 1,51% menjadi Rp 8.400, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 0,27% menjadi Rp 3.670.
Investor asing telah melakukan penjualan saham perbankan Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. BBCA mencatat net sell sebesar Rp 295,37 miliar pada minggu terakhir November, sementara BBNI mengalami net sell sebesar Rp 35,88 miliar selama periode yang sama. Namun, BBNI mencatat net buy asing sebesar Rp 25,73 miliar pada 1 Desember. PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi pengecualian dengan net buy asing sebesar Rp 671 miliar selama minggu terakhir November.
Miftahur Khaer dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa meskipun penjualan asing telah berkontribusi pada koreksi harga saham baru-baru ini, kinerja fundamental bank-bank ini tetap kuat. 'Ada perbaikan kuartalan,' kata Khaer, menunjukkan bahwa prospek jangka panjang tetap positif meskipun terjadi volatilitas jangka pendek.
Sektor perbankan diperkirakan akan mendapat keuntungan dari window dressing akhir tahun, yang dapat memberikan dorongan jangka pendek pada kinerja saham. Ketika tahun akan berakhir, analis percaya bahwa koreksi saat ini menghadirkan peluang pembelian di sektor perbankan, terutama bagi investor jangka panjang.
Bank Stocks Rebound
Foreign Investor Sell-Off
Year-End Window Dressing