Indonesian Big Banks' Shares Under Pressure at 2026 Start Despite IHSG Gain
Back
Back
5
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 5
Sources4 verified

Saham Big Banks Tertekan di Awal 2026 Meski IHSG Menguat

Tim Editorial AnalisaHub·5 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Saham bank-bank besar Indonesia melemah pada hari pertama perdagangan 2026, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,27% ke 8.859,19 1

. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Mandiri (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mengalami penjualan asing signifikan dan penurunan harga saham, sementara hanya PT Bank Central Asia (BBCA) yang berhasil ditutup lebih tinggi. Analis melihat potensi rebound karena valuasi menjadi lebih menarik setelah koreksi 2025.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Saham Perbankan Indonesia Tertekan di Awal 2026

Bank Besar Alami Penurunan Signifikan

Hari pertama perdagangan 2026 melihat saham perbankan besar Indonesia mengalami tekanan signifikan meskipun pasar secara keseluruhan menunjukkan momentum positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,27% ke 8.859,19 1

, sementara saham bank besar mayoritas turun. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami penurunan 0,27% ke Rp3.630 dengan investor asing melakukan net selling sebesar Rp134,78 miliar 1. Demikian pula, PT Bank Mandiri (BMRI) mengalami penurunan 0,49% ke Rp5.050 dengan net sell asing sebesar Rp51,16 miliar 1.

Performa Campuran di Antara Bank Besar

Penurunan terjadi secara luas di antara bank besar, dengan saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) turun 0,70% ke Rp4.230 disertai net selling asing sebesar Rp23,65 miliar 1

. Berbeda dengan bank lain, PT Bank Central Asia (BBCA) justru naik 0,62% ke Rp8.075, menjadi satu-satunya saham bank besar yang positif 2. Sejak awal tahun, BMRI telah terkoreksi 1,46% sementara BBNI turun 2,53%, dan BBRI turun 0,82% 2.

Pandangan Analis dan Rekomendasi

Meski ada tekanan jangka pendek, analis tetap optimis tentang prospek jangka panjang. Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas meyakini bahwa koreksi 2025 membuat valuasi menjadi lebih menarik, terutama bagi bank dengan kualitas aset kuat dan profitabilitas stabil 2

. Analis menyarankan bahwa kombinasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, normalisasi biaya dana, perbaikan margin bunga bersih, dan pertumbuhan kredit yang lebih berkualitas dapat mendorong rebound saham perbankan 2. Untuk BBRI, analis Danareksa Sekuritas merekomendasikan strategi 'buy on weakness', menunggu konfirmasi rebound di level support 3.580-3.600 3.

Konteks Pasar dan Prospek Masa Depan

Penurunan saham perbankan saat ini melanjutkan tren 2025, dengan investor kemungkinan besar waspada terhadap dinamika suku bunga global dan kondisi likuiditas 2

. Namun, kekuatan fundamental bank-bank Indonesia, terutama kemampuan mereka menghadapi kondisi sulit, memberikan dasar bagi potensi pemulihan. Seperti yang dicatat Miftahul Khaer, "valuasi bank-bank besar setelah koreksi 2025 menjadi lebih menarik secara historis" 2, menunjukkan bahwa level saat ini mungkin merupakan peluang beli bagi investor jangka panjang.

Sumber

  1. [Kontan - Aksi Jual Asing Tekan Saham Big Banks](
  2. [Bisnis.com - Saham Big Banks Tertekan di Hari Kedua Perdagangan 2026](
  3. [Kontan - Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Terus Turun](
  4. [Kontan - Saham Blue Chip Bank di BEI Lanjut Turun Awal 2026](
Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
16 min
Sources
4 verified

Topics Covered

Banking StocksMarket PerformanceFinancial Analysis

Key Events

1

Bank Stocks Decline

2

Foreign Investor Sell-off

3

Market Rebound Potential

Timeline from 4 verified sources