Key insights and market outlook
Produsen karoseri bus di Indonesia, seperti PT Adiputro Wirasejati, menghadapi tantangan signifikan akibat penurunan permintaan dan peningkatan persaingan dari impor China. Industri ini mengalami realisasi target bisnis sebesar 45%-48% tahun ini, terutama karena melemahnya permintaan dari sektor pariwisata. Kondisi ekonomi dan penurunan daya beli telah berkontribusi pada penurunan ini.
Industri manufaktur karoseri bus di Indonesia menghadapi tantangan besar tahun ini, terutama karena penurunan permintaan dan meningkatnya persaingan dari impor China. PT Adiputro Wirasejati, pemain utama di industri ini, melaporkan bahwa realisasi target bisnis mereka mencapai sekitar 45%-48% hingga saat ini. Menurut David Jethrokusumo, Direktur Adiputro, alasan utama di balik kinerja yang rendah ini adalah penurunan signifikan dalam permintaan karoseri bus pariwisata.
Kondisi ekonomi saat ini telah menyebabkan penurunan daya beli, yang mempengaruhi berbagai sektor termasuk pariwisata. Sektor pariwisata, yang merupakan konsumen signifikan jasa manufaktur karoseri bus, mengalami penurunan, sehingga permintaan kendaraan terkait juga menurun. David Jethrokusumo mencatat bahwa meskipun permintaan dari beberapa segmen telah hilang, segmen lain tetap berjalan normal.
Industri manufaktur karoseri bus di Indonesia diperkirakan akan tetap menantang dalam jangka pendek. Perusahaan perlu beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar dan mencari peluang baru untuk tetap kompetitif. Meningkatnya impor China menambah lapisan kompleksitas lain, karena produsen lokal harus berinovasi dan meningkatkan efisiensi untuk bersaing secara efektif.
Decline in Bus Body Demand
Impact of Chinese Imports on Local Manufacturers