Key insights and market outlook
Sebuah studi terbaru oleh Sun Life Asia mengungkapkan bahwa hanya 38% keluarga kaya Indonesia yang telah memanfaatkan instrumen perencanaan warisan, meskipun 70% memprioritaskan stabilitas finansial. Tantangan utama termasuk memastikan kontinuitas bisnis dan mendukung pendidikan generasi mendatang. Tanpa perencanaan suksesi yang tepat, bisnis keluarga berisiko mengalami gangguan operasional dan kehilangan nilai saat transisi kepemimpinan.
Indonesia sedang mengalami fenomena transfer kekayaan antar generasi yang semakin meningkat di kalangan keluarga pebisnis. Namun, studi terbaru Sun Life Asia menyoroti tantangan signifikan dalam menjaga kekayaan dan nilai-nilai keluarga lintas generasi. Studi ini mengungkapkan bahwa hanya 38% keluarga mapan di Indonesia yang benar-benar menggunakan instrumen perencanaan warisan yang tersedia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa 70% keluarga kaya Indonesia memprioritaskan kemapanan finansial, sementara 56% berharap warisan mereka dapat mendukung pendidikan generasi mendatang. Hal ini menunjukkan keinginan kuat untuk menciptakan dampak keluarga yang langgeng di luar keamanan finansial langsung.
Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia, menekankan bahwa tantangan ini sangat signifikan bagi keluarga yang menjalankan bisnis. Tanpa perencanaan suksesi yang komprehensif, bisnis keluarga yang dibangun selama puluhan tahun dapat menghadapi gangguan operasional, konflik internal, dan bahkan penurunan nilai saat transisi kepemimpinan terjadi.
"Kami melihat banyak keluarga sukses di Indonesia yang telah membangun bisnis dan kekayaan substansial namun tidak memiliki strategi komprehensif untuk memastikan kontinuitas ekonomi lintas generasi," kata Wiroyo. Kurangnya perencanaan ini dapat menyebabkan risiko signifikan bagi perusahaan keluarga yang sangat penting bagi lanskap ekonomi Indonesia.
Legacy Planning Study Release
Family Business Succession Challenges