Indonesian Cement Companies' 9M 2025 Performance Shows Mixed Results
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

Kinerja Emiten Semen Indonesia 9 Bulan 2025 Tunjukkan Hasil yang Bervariasi

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Perusahaan semen besar Indonesia menunjukkan kinerja yang beragam pada sembilan bulan pertama 2025. PT Semen Indonesia (SMGR) melaporkan penurunan pendapatan 3,76% menjadi Rp 25,30 triliun, sementara PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) mengalami penurunan pendapatan 3,07% menjadi Rp 12,91 triliun. Laba bersih SMGR anjlok 84,04% menjadi Rp 114,83 miliar, sedangkan INTP berhasil mempertahankan pertumbuhan laba bersih tipis 0,95% menjadi Rp 1,06 triliun. Total volume penjualan semen dan klinker SMGR turun 2,0% menjadi 14.443 ribu ton.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Semen Indonesia Tunjukkan Hasil yang Bervariasi di 9 Bulan 2025

Penurunan Pendapatan di Antara Pemain Utama

Industri semen Indonesia mengalami sembilan bulan yang menantang di 2025, dengan pemain utama melaporkan penurunan pendapatan. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), produsen semen terbesar di Indonesia, mengalami penurunan pendapatan sebesar 3,76% tahun-ke-tahun (yoy) menjadi Rp 25,30 triliun untuk sembilan bulan hingga September 2025. Demikian pula, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melaporkan penurunan pendapatan 3,07% yoy menjadi Rp 12,91 triliun selama periode yang sama.

Perbedaan Kinerja Laba

Kinerja laba kedua perusahaan semen besar ini menunjukkan perbedaan yang signifikan. Laba bersih SMGR anjlok sebesar 84,04% yoy menjadi Rp 114,83 miliar, dibandingkan dengan Rp 719,72 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya, INTP berhasil mempertahankan pertumbuhan laba bersih tipis 0,95% yoy, mencapai Rp 1,06 triliun, naik dari Rp 1,05 triliun per September 2024.

Analisis Volume Penjualan

Total volume penjualan semen dan klinker SMGR mencapai 14.443 ribu ton pada sembilan bulan 2025, yang merupakan penurunan sebesar 2,0% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan volume penjualan ini berkontribusi pada kontraksi pendapatan yang diamati pada kedua perusahaan semen besar.

Implikasi Pasar

Kinerja keuangan yang beragam dari perusahaan semen besar ini mencerminkan kondisi yang menantang di sektor konstruksi Indonesia. Penurunan pendapatan untuk SMGR dan INTP menunjukkan permintaan yang melemah, yang mungkin disebabkan oleh proyek infrastruktur yang lebih lambat dan aktivitas konstruksi yang berkurang. Namun, kemampuan INTP untuk mempertahankan pertumbuhan laba bersih yang positif, meskipun tipis, menunjukkan ketahanan tertentu dalam operasi mereka atau strategi manajemen biaya yang efektif.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified
Related Stocks
SMGRINTP

Topics Covered

Cement Industry PerformanceFinancial ResultsConstruction Sector

Key Events

1

9M 2025 Financial Results Release

2

Revenue Decline in Cement Sector

Timeline from 1 verified sources