Key insights and market outlook
Produsen semen besar Indonesia, termasuk PT Semen Indonesia (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), dan PT Cemindo Gemilang (CMNT), melaporkan hasil keuangan yang beragam di kuartal III-2025 di tengah permintaan domestik yang lesu. Meskipun pendapatan sebagian besar perusahaan menurun, INTP menunjukkan pertumbuhan laba bersih tipis sebesar 0,95% menjadi Rp 1,06 triliun. Sektor ini menghadapi tantangan berkelanjutan karena konsumsi semen domestik tetap lemah, yang berpotensi berdampak pada kinerja tahun depan.
Industri semen Indonesia mengalami kinerja keuangan yang beragam di kuartal III-2025, dengan pemain besar melaporkan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda di tengah kondisi pasar yang menantang. PT Semen Indonesia (SMGR), produsen semen terbesar di Indonesia, mengalami penurunan pendapatan sebesar 3,76% year-on-year menjadi Rp 25,30 triliun. Laba bersih perusahaan ini mengalami penurunan signifikan sebesar 84,04% menjadi Rp 114,83 miliar.
Perusahaan semen besar lainnya menunjukkan metrik kinerja yang berbeda. PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) melaporkan penurunan pendapatan sebesar 3,07% menjadi Rp 12,91 triliun, namun berhasil mencapai pertumbuhan laba bersih marginal sebesar 0,95% menjadi Rp 1,06 triliun. Sebaliknya, PT Cemindo Gemilang (CMNT) mengalami penurunan pendapatan sebesar 1,07% menjadi Rp 6,42 triliun, sementara kerugian bersihnya melebar sebesar 5,72% menjadi Rp 186,82 miliar.
Sektor semen terus menghadapi tantangan signifikan terutama karena permintaan domestik yang lesu. Kurangnya pemulihan konsumsi domestik telah memberi tekanan pada produsen besar, yang berpotensi menetapkan tahap untuk tahun yang menantang ke depan. Analis industri memantau dengan cermat apakah tren saat ini akan berlanjut dan bagaimana perusahaan mungkin menyesuaikan strategi mereka untuk mengurangi dampak permintaan yang lemah.
Q3 2025 Financial Results Announcement
Revenue Decline in Cement Sector
Net Profit Volatility