Key insights and market outlook
Industri semen Indonesia diproyeksikan pulih pada 2026 setelah menghadapi tantangan di tahun-tahun terakhir. Hingga November 2025, volume semen nasional mencapai 6 juta ton, relatif datar secara tahunan namun turun 3% secara bulanan. Analis menilai penurunan bulanan tersebut sesuai dengan pola musiman akhir tahun.
Industri semen Indonesia masih menghadapi tantangan hingga akhir 2025, namun ada tanda-tanda pemulihan di 2026. Pada November 2025, volume semen nasional mencapai 6 juta ton, menunjukkan kinerja tahunan yang stabil namun turun 3% dari bulan sebelumnya. Penurunan bulanan ini dikaitkan dengan pola musiman akhir tahun yang biasa terjadi, menurut Jovent Muliadi, Analis Riset Ekuitas di Indo Premier Sekuritas.
Sektor semen mengalami tahun yang menantang dengan pertumbuhan volume yang stagnan. Namun, pengamat industri optimis tentang rebound di tahun mendatang. Angka November yang turun 3% bulan ke bulan tetap menjadi dasar stabil untuk potensi pertumbuhan di 2026.
Pemain kunci pasar semen Indonesia seperti SMGR dan INTP diperkirakan akan受益 dari pemulihan industri yang diantisipasi. Dengan perbaikan pasar secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan ini kemungkinan akan melihat peningkatan kinerja dan potensi perbaikan posisi pasar.
Meskipun industri semen menghadapi tantangan jangka pendek, prospek untuk 2026 terlihat lebih menjanjikan. Dengan volume tahunan yang stabil dan pola musiman historis yang menunjukkan potensi kenaikan, pemangku kepentingan industri tetap optimis dengan hati-hati tentang masa depan.
Cement Volume Stability
Projected Industry Recovery