Key insights and market outlook
Industri kimia Indonesia menghadapi tantangan signifikan, termasuk lonjakan bahan kimia impor, terutama dari China, dan kapasitas produksi baru. Menurut Fajar Budiyono, Sekretaris Jenderal Inaplas, periode pascapandemi telah menyaksikan peningkatan signifikan impor bahan kimia dari China, yang berdampak pada produsen lokal. Industri harus beradaptasi dengan perubahan ini sambil menjaga daya saing.
Industri kimia Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar, terutama disebabkan oleh peningkatan impor bahan dan produk kimia, dengan China sebagai kontributor utama. Fajar Budiyono, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), menekankan bahwa arus impor dari China meningkat signifikan pascapandemi. Tren ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan produsen lokal yang berjuang mempertahankan pangsa pasar mereka di tengah meningkatnya persaingan dari impor yang lebih murah.
Munculnya kapasitas produksi baru di pasar adalah faktor lain yang harus dihadapi oleh pemain lokal. Meskipun investasi baru berpotensi meningkatkan kapasitas dan efisiensi industri secara keseluruhan, mereka juga menambah tekanan persaingan. Para pemangku kepentingan industri saat ini berfokus pada peningkatan efisiensi operasional dan kualitas produk untuk tetap kompetitif. Tantangan terletak pada keseimbangan antara kebutuhan untuk pertumbuhan dengan tekanan dari impor dan kapasitas domestik baru.
Saat industri menghadapi tantangan ini, ada kebutuhan jelas untuk adaptasi strategis. Ini termasuk potensi konsolidasi di antara pemain, investasi dalam teknologi untuk meningkatkan efisiensi, dan kemitraan strategis untuk meningkatkan daya saing. Peran asosiasi industri seperti Inaplas akan sangat penting dalam memperjuangkan kebijakan yang mendukung produsen lokal sambil memastikan persaingan yang sehat.
Increased Chemical Imports
New Production Capacity Introduction