Key insights and market outlook
Beberapa perusahaan Indonesia secara aktif menerbitkan obligasi dan sukuk seiring dengan penurunan suku bunga. PT Bank Mandiri (BMRI) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 5 triliun, sementara PT Merdeka Battery Materials (MBMA) telah menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 3,1 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan termasuk proyek lingkungan dan sosial, refinancing pinjaman yang ada, dan mendukung aktivitas anak perusahaan.
Menjelang akhir tahun 2025, perusahaan-perusahaan di Indonesia memanfaatkan lingkungan suku bunga rendah saat ini untuk meningkatkan modal melalui penerbitan obligasi dan sukuk. Tren ini didorong oleh penurunan suku bunga acuan terkini, membuat pinjaman menjadi lebih murah dan menarik.
Lonjakan penerbitan obligasi korporasi mencerminkan respons strategis perusahaan terhadap lingkungan makroekonomi saat ini. Suku bunga yang lebih rendah telah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi perusahaan untuk memperoleh pembiayaan jangka panjang dengan biaya yang lebih rendah. Tren ini diperkirakan akan berlanjut selama kondisi moneter tetap akomodatif.
Gelombang penerbitan obligasi tidak terbatas pada sektor tertentu, menunjukkan partisipasi yang luas di berbagai industri. Perusahaan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat struktur modal mereka dan mendanai inisiatif strategis. Menjelang akhir tahun, kemungkinan akan ada lebih banyak penerbitan karena perusahaan berusaha mengoptimalkan strategi pendanaan mereka dalam kondisi pasar saat ini.
Bank Mandiri's Rp 5 Trillion Bond Issuance
Merdeka Battery's Rp 3.1 Trillion Bond and Sukuk Issuance