Key insights and market outlook
Dengan penurunan suku bunga, perusahaan di Indonesia aktif mencari fasilitas kredit perbankan untuk mendukung operasional bisnis mereka. PT ABM Investama (ABMM) mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar Rp 4,2 triliun, sementara PT Golden Energy Mines (GEMS) memperoleh pinjaman jangka menengah sebesar Rp 900 miliar dari Bank Mandiri. Langkah-langkah ini menunjukkan upaya perusahaan untuk memanfaatkan biaya pinjaman yang lebih rendah untuk mendanai ekspansi dan memenuhi kebutuhan keuangan.
Ketika suku bunga terus menurun, perusahaan publik di Indonesia semakin beralih ke fasilitas kredit perbankan untuk mendukung operasional bisnis dan rencana ekspansi mereka. Peningkatan aktivitas pinjaman ini didorong oleh keinginan untuk memanfaatkan biaya pinjaman yang lebih rendah di lingkungan pasar saat ini.
Beberapa perusahaan besar baru-baru ini telah memperoleh fasilitas kredit signifikan dari bank-bank di Indonesia. PT ABM Investama Tbk (ABMM), melalui anak usahanya PT Cipta Kridatama, telah mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar Rp 4,2 triliun dengan opsi akordeon senilai Rp 1 triliun. Fasilitas kredit yang besar ini mewakili sekitar 36,03% dari ekuitas perusahaan per Q3 2025.
Transaksi lain yang patut diperhatikan melibatkan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), yang anak usahanya PT Borneo Indobara (BIB) telah memperoleh pinjaman jangka menengah dari Bank Mandiri dengan limit Rp 900 miliar. Pinjaman ini memiliki jangka waktu antara 5 hingga 7 tahun sejak penandatanganan perjanjian. Menurut Corporate Secretary GEMS, fasilitas ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan arus kas untuk pengembangan bisnis dan memenuhi kebutuhan umum perusahaan.
Fasilitas kredit ini menunjukkan pendekatan proaktif perusahaan dalam memanfaatkan lingkungan suku bunga rendah saat ini. Dengan memperoleh pendanaan signifikan dengan persyaratan yang lebih menguntungkan, perusahaan-perusahaan ini dapat mempercepat rencana pertumbuhan mereka, mengoptimalkan struktur modal, dan meningkatkan posisi kompetitif di pasar masing-masing.
Peningkatan aktivitas pinjaman juga mencerminkan dukungan sektor perbankan yang berkelanjutan terhadap korporasi Indonesia, menyediakan likuiditas yang diperlukan untuk ekspansi bisnis dan pertumbuhan ekonomi. Ketika akhir tahun mendekat, lebih banyak perusahaan kemungkinan akan mengikuti langkah ini dengan memanfaatkan keuntungan dari suku bunga yang lebih rendah melalui pinjaman strategis.
Syndicated Loan Facility
Term Loan Agreement
Corporate Borrowing Surge