Key insights and market outlook
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup November melemah 0,43% menjadi 8.508,71, meskipun mencatat kenaikan bulanan sebesar 4,22%. Investor asing melakukan penjualan bersih Rp 1,02 triliun di seluruh pasar, dengan penjualan signifikan di BBRI (Rp 590,9 miliar) dan BBCA (Rp 155,9 miliar). IHSG ditutup pada level 8.508,71, naik dari 8.163,87 di akhir Oktober.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup November dengan penurunan sebesar 37,16 poin atau 0,43% menjadi 8.508,71 di Bursa Efek Indonesia. Meskipun turun pada dua hari perdagangan terakhir, IHSG tetap mencatat kenaikan total 4,22% selama November. Performa bulanan ini membawa IHSG dari level 8.163,87 di akhir Oktober ke level penutupan November.
Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 1,02 triliun di seluruh pasar pada hari IHSG melemah. Penjualan bersih di pasar reguler mencapai Rp 912,51 miliar, sementara di pasar negosiasi, investor asing mencatat penjualan bersih Rp 107,92 miliar. Saham dengan penjualan bersih asing terbesar adalah: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 590,9 miliar, PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 226,5 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 155,9 miliar. Sebaliknya, saham dengan pembelian bersih asing terbesar adalah: PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) Rp 140,5 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 137,7 miliar, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 75,3 miliar.
Performa campuran pada November mencerminkan dinamika kompleks antara aktivitas investor asing dan tren pasar secara keseluruhan. Meskipun IHSG menunjukkan kenaikan bulanan, penurunan di akhir bulan yang disertai penjualan bersih asing yang signifikan menunjukkan kewaspadaan pasar yang terus berlanjut. Aktivitas investor asing yang substansial pada saham besar seperti BBRI dan BBCA menunjukkan pengaruh signifikan mereka terhadap pergerakan pasar.
Penurunan IHSG November
Penjualan Bersih Asing Signifikan
Kenaikan Bulanan IHSG