Key insights and market outlook
Penutupan pemerintah AS baru-baru ini telah menyebabkan gangguan signifikan pada penerbangan komersial, sehingga meningkatkan permintaan charter jet pribadi. Konglomerat Indonesia termasuk di antara mereka yang beralih ke penerbangan pribadi, dengan perusahaan seperti Flexjet melaporkan peningkatan 42% jam pendapatan untuk November 2025 dibandingkan tahun lalu. Tren ini menunjukkan preferensi yang meningkat untuk perjalanan udara yang fleksibel dan andal di kalangan individu dan bisnis beraset tinggi.
Penutupan pemerintah AS baru-baru ini telah menyebabkan lebih dari 17.000 penundaan penerbangan dan ratusan pembatalan, mendorong konglomerat Indonesia dan individu beraset tinggi lainnya untuk mencari alternatif perjalanan. Gangguan ini telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam permintaan charter jet pribadi, dengan perusahaan seperti Flexjet mengalami lonjakan bisnis yang substansial.
Flexjet, perusahaan jet pribadi terkemuka, telah melihat peningkatan 42% dalam jam pendapatan selama minggu pertama November 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Oktober 2025 juga menunjukkan kenaikan 23% jam terbang dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Andrew Collins, CEO Flexjet, permintaan telah sangat tinggi untuk pemesanan menit terakhir, menunjukkan bahwa klien mencari opsi perjalanan yang fleksibel dan andal di tengah gangguan penerbangan komersial.
Peningkatan permintaan charter jet pribadi menyoroti daya tarik yang meningkat dari penerbangan pribadi di kalangan konglomerat Indonesia dan individu beraset tinggi lainnya. Tren ini kemungkinan didorong oleh kebutuhan akan fleksibilitas, kenyamanan, dan keandalan dalam pengaturan perjalanan, terutama selama gangguan penerbangan komersial. Karena pasar penerbangan pribadi terus berkembang, perusahaan seperti Flexjet diposisikan dengan baik untuk memanfaatkan permintaan yang meningkat ini.
Increased Demand for Private Jet Charters
Surge in Private Aviation Revenue