Key insights and market outlook
Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB) mendesak pemerintah untuk menyederhanakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Investasi Permanen Kecil (KIPK) untuk membantu pengusaha konveksi mengakses modal lebih mudah. Saat ini, banyak UKM terkecualikan karena persyaratan yang ketat seperti agunan, catatan keuangan, dan pengalaman bisnis.
Ikatan Pengusaha Konveksi Bandung (IPKB) mendesak perubahan signifikan pada program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Investasi Permanen Kecil (KIPK) pemerintah. Menurut Nandi Herdiaman, Ketua IPKB, peraturan saat ini mengecualikan banyak usaha kecil dan menengah (UKM) dari fasilitas kredit vital ini.
Pengusaha konveksi saat ini menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan modal melalui program pemerintah. Hambatan utama termasuk:
Faktor-faktor ini mencegah banyak bisnis potensial mengakses dukungan keuangan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang.
IPKB mendesak pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan kembali kriteria kelayakan KUR dan KIPK. Dengan mengendurkan beberapa persyaratan yang ketat, pemerintah dapat membantu membuka akses modal bagi UKM yang saat ini kesulitan memenuhi syarat. Langkah ini dapat memberikan dukungan signifikan pada industri konveksi, yang merupakan bagian penting dari sektor manufaktur Indonesia.
Mempermudah akses ke program kredit ini dapat berdampak positif pada ekonomi yang lebih luas. Hal ini dapat meningkatkan aktivitas bisnis, penciptaan lapangan kerja, dan berpotensi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Pemerintah menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan mendukung bisnis dengan keharusan menjaga prudensi keuangan.
KUR and KIPK Access Simplification Proposal
SME Financing Challenges