Indonesian Corporate Bonds Remain Attractive Amid Global Rate Cuts
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 14
Sources7 verified

Obligasi Korporasi Indonesia Tetap Menarik di Tengah Pemangkasan Suku Bunga Global

Tim Editorial AnalisaHub·14 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh The Fed menjadi 3,5%-3,75% 1

diproyeksikan akan meningkatkan pasar obligasi korporasi Indonesia di 2026. Dengan potensi Bank Indonesia (BI) mengikuti langkah serupa pada rapat kebijakan moneter mendatang pada 16-17 Desember 2025 12, prospek obligasi korporasi tetap positif karena potensi arus modal asing dan inflasi yang terkendali.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Obligasi Korporasi Indonesia Tetap Menarik di 2026

Pemangkasan Suku Bunga Global Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Keputusan The Fed baru-baru ini untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,5%-3,75% 1

telah menciptakan prospek positif bagi pasar obligasi korporasi Indonesia di tahun 2026. Pemangkasan ini merupakan ketiga kalinya dalam tahun 2025, membawa suku bunga AS ke level terendah sejak 2022 1. Langkah ini diperkirakan akan memicu arus modal asing masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia 4.

Harapan terhadap Kebijakan Moneter Domestik

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2025 sangat dinantikan, dengan potensi pemangkasan suku bunga lebih lanjut 1

2. Saat ini, BI-Rate berada di level 4,75%. Analis percaya bahwa jika BI mengikuti tren global, hal ini dapat memberikan dukungan tambahan bagi pasar obligasi korporasi.

Prospek Positif Obligasi Korporasi

Beberapa faktor mendukung prospek positif obligasi korporasi Indonesia:1. Potensi investasi asing tambahan karena pemangkasan suku bunga global 4

2. Lingkungan inflasi yang stabil mendukung instrumen pendapatan tetap3. Permintaan domestik yang terus berlanjut untuk investasi yang memberikan yield4. Fundamental korporasi yang membaik pada emiten besar Indonesia

Reaksi Pasar dan Proyeksi

Rupiah Indonesia menunjukkan respon positif terhadap pemangkasan suku bunga The Fed, menguat sebesar 0,18% menjadi Rp16.646 per USD pada 12 Desember 2025 7

. Analis memproyeksi bahwa rupiah akan tetap stabil dengan risiko penurunan terbatas di 2026, didukung oleh potensi arus modal asing yang terus masuk.

Wawasan dari Para Ahli

Domingus Sinarta Ginting dari Sinarmas Asset Management menyatakan bahwa obligasi korporasi Indonesia tetap menarik karena keunggulan yield dan profil kredit yang membaik dari emiten besar 1

. Myrdal Gunarto dari Maybank Indonesia memperkirakan potensi arus modal asing sekitar US$2,5 miliar ke pasar Indonesia, termasuk saham, obligasi pemerintah, dan surat berharga BI 4.

Sumber

  1. [Kontan - Tren Suku Bunga Turun](
  2. [Kontan - Pemangkasan Suku Bunga Dorong Prospek Obligasi Korporasi](
  3. [Kontan - Prospek Rupiah di 2026](
  4. [Kontan - Bunga The Fed Turun](
  5. [Kontan - Analisis Ekonom: Dampak Pemotongan Fed Rate](
  6. [Kontan - Tren Bunga The Fed Turun](
  7. [Kontan - Dipengaruhi Sentimen Suku Bunga](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
16 min
Sources
7 verified

Topics Covered

Suku Bunga GlobalObligasi KorporasiArus Modal Asing

Key Events

1

The Fed Rate Cut

2

BI Monetary Policy Meeting

3

Corporate Bond Market Outlook

Timeline from 7 verified sources