Key insights and market outlook
Sektor asuransi kredit Indonesia menghadapi tantangan signifikan dengan rasio klaim mencapai 85,56% per Oktober 2025, dengan klaim sebesar Rp 16,83 triliun terhadap premi Rp 19,67 triliun. Rasio tinggi ini disebabkan oleh karakteristik produk kredit dan kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya. Sebagai respons, perusahaan asuransi seperti PT Asuransi Asei Indonesia menerapkan strategi seperti penguatan proses underwriting dan penyesuaian tarif premi untuk mengelola risiko dan meningkatkan profitabilitas.
Industri asuransi kredit Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam rasio klaim, mencapai 85,56% per Oktober 2025. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total pendapatan premi untuk asuransi umum dan reasuransi pada lini kredit mencapai Rp 19,67 triliun, sementara klaim yang dibayarkan sebesar Rp 16,83 triliun 1
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, menyatakan bahwa tingginya rasio klaim disebabkan oleh karakteristik produk asuransi kredit yang seringkali memiliki tenor menengah hingga panjang. Selain itu, kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya telah mempengaruhi kualitas kredit, ditambah tantangan historis dalam underwriting, penetapan tarif premi, dan cadangan teknis 1
Sebagai respons terhadap tantangan ini, PT Asuransi Asei Indonesia telah menerapkan beberapa langkah strategis. Direktur Utama Asei, Dody Dalimunthe, menekankan penguatan proses underwriting melalui kriteria penilaian kredit yang lebih ketat, termasuk kualitas profil debitur, histori kredit, dan agunan. Selain itu, Asei melakukan penyesuaian tarif premi sesuai profil risiko dan menggunakan model aktuaria yang lebih akurat untuk menentukan tarif premi yang tepat 2
Rasio klaim yang tinggi dalam asuransi kredit menyoroti pentingnya manajemen risiko yang hati-hati dan penetapan harga produk di sektor ini. Ketika perusahaan asuransi terus mengadaptasi strategi mereka untuk mengelola risiko ini, industri ini kemungkinan akan melihat perkembangan lebih lanjut dalam praktik underwriting dan metodologi penilaian risiko.
High Credit Insurance Claims Ratio
Strategic Response by Insurers