Indonesian Credit Insurance Claims Ratio Hits 85.56%, Industry Experts Weigh In
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedJan 1
Sources2 verified

Rasio Klaim Asuransi Kredit Indonesia Capai 85,56%, Pakar Sebut Penyebab dan Solusi

Tim Editorial AnalisaHub·1 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa rasio klaim asuransi kredit mencapai 85,56% per Oktober 2025. Para ahli industri mengaitkan tingginya rasio ini dengan perlambatan ekonomi, kualitas kredit yang buruk, dan praktik underwriting yang tidak memadai. Untuk mengatasi hal ini, mereka merekomendasikan underwriting yang lebih ketat, manajemen risiko yang lebih baik, dan kolaborasi yang lebih erat antara asuransi dan pemberi kredit.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Asuransi Kredit Indonesia Menghadapi Tantangan dengan Rasio Klaim 85,56%

Rasio Klaim Tinggi Memicu Kekhawatiran

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa rasio klaim asuransi kredit di industri asuransi umum dan reasuransi mencapai 85,56% per Oktober 2025 1

. Rasio yang tinggi ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemangku kepentingan industri tentang keberlanjutan produk asuransi kredit.

Penyebab Tingginya Rasio Klaim

Para ahli industri mengaitkan tingginya rasio klaim dengan beberapa faktor, termasuk perlambatan ekonomi, kualitas kredit yang buruk terutama di sektor pinjaman fintech, dan praktik underwriting dan monitoring yang tidak memadai 2

. Budi Herawan, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), mencatat bahwa peningkatan risiko gagal bayar di sektor tertentu dan penyesuaian harga yang tertunda terhadap perubahan makroekonomi telah berkontribusi pada tingginya rasio klaim 1.

Rekomendasi untuk Mengatasi Masalah

Untuk mengurangi rasio klaim yang tinggi, para ahli merekomendasikan agar perusahaan asuransi memperketat standar underwriting berdasarkan sektor dan kualitas debitur, meningkatkan sistem peringatan dini, dan menyesuaikan harga premi dan struktur risiko 2

. Wahyudin Rahman, seorang pakar asuransi, menyarankan agar asuransi mengadopsi pendekatan kemitraan risiko dengan bank dan perusahaan fintech daripada sekadar transfer risiko 2.

Prospek Industri

Meskipun ada tantangan, para ahli industri percaya bahwa bisnis asuransi kredit masih memiliki potensi dalam 1-3 tahun ke depan, didorong oleh kebutuhan akan perlindungan risiko kredit di sektor keuangan dan UMKM 1

. Namun, mereka menekankan bahwa meningkatkan kualitas underwriting, menyesuaikan struktur produk, dan memperkuat manajemen risiko dan praktik aktuaria sangat penting untuk menjaga rasio klaim yang sehat.

Respons Regulasi

OJK telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini dengan memperkenalkan peraturan yang lebih ketat melalui POJK Nomor 20 Tahun 2023, yang bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan asuransi memiliki ketahanan keuangan dan praktik manajemen risiko yang memadai 1

.

Sumber

  1. [Bisnis.com - AAUI Ungkap Penyebab Rasio Klaim Asuransi Kredit Capai 85,56%](
  2. [Bisnis.com - Sederet Rekomendasi untuk Tekan Klaim Asuransi Kredit yang Capai 85,56%](
Original Sources

Story Info

Published
2 weeks ago
Read Time
13 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Credit InsuranceInsurance Claims RatioFinancial Services Regulation

Key Events

1

High Credit Insurance Claims Ratio

2

Regulatory Response to Claims Issue

Timeline from 2 verified sources