Key insights and market outlook
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkritik pembatasan tak terdokumentasi oleh BPJS Kesehatan terhadap layanan kesehatan, yang memengaruhi perawatan seperti operasi katarak dan kemoterapi. Ketua IDI Slamet Budiarto mengecam 'regulasi diam-diam' ini sebagai merugikan pasien dan dokter, menyebut antrian panjang dan akses terbatas ke perawatan spesialis. Masalah ini telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR, namun belum terselesaikan.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengkritik keras implementasi pembatasan tak terdokumentasi oleh BPJS Kesehatan terhadap berbagai layanan kesehatan melalui apa yang mereka sebut 'silent regulation'. Ketua IDI Slamet Budiarto menyoroti bahwa pembatasan tak tertulis ini memengaruhi prosedur medis penting termasuk operasi katarak, rehabilitasi medis, dan layanan berisiko tinggi seperti kateterisasi jantung dan kemoterapi.
Pembatasan ini, meskipun disajikan sebagai langkah efisiensi, telah mengakibatkan tantangan operasional signifikan bagi penyedia layanan kesehatan. Misalnya, beberapa rumah sakit dibatasi hanya melakukan 10 operasi katarak per bulan, menyebabkan antrian hingga tahun depan. Situasi semakin rumit dengan pembatasan rujukan ke perawatan spesialis, membuat pasien dan dokter berada dalam posisi sulit.
IDI telah secara formal menulis kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR mengenai masalah ini, namun melaporkan belum ada respons positif. Organisasi ini sangat prihatin tentang potensi bahaya bagi keselamatan pasien dan dilema etis yang dihadapi profesional medis. Para profesional kesehatan lainnya, termasuk perawat dan apoteker, juga mengungkapkan masalah terkait beban kerja, pengembangan karir, dan ketersediaan obat dalam sistem JKN.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melaporkan beban kerja perawat yang tinggi dan kesempatan terbatas untuk pengembangan profesional, sementara Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menyoroti masalah ketersediaan dan harga obat. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) meminta penyesuaian tarif Rp800.000 untuk layanan persalinan, mengingat kebutuhan akan perhitungan biaya yang lebih realistis.
Healthcare Policy Criticism
BPJS Restriction Controversy