Key insights and market outlook
Sebuah survei baru oleh Katadata Insight Center (KIC) mengungkapkan bahwa penjual e-commerce Indonesia, khususnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), semakin memandang biaya platform sebagai investasi bisnis daripada sekadar biaya. Survei menunjukkan 91,2% penjual percaya bahwa biaya tersebut sebanding dengan manfaatnya, termasuk peningkatan visibilitas, trafik pembeli, dan dukungan promosi. Penjual mengalokasikan anggaran mereka secara strategis di berbagai komponen biaya, dengan diskon/promo (16,7%) dan iklan (14,2%) menjadi area pengeluaran yang signifikan.
Penjual e-commerce Indonesia, khususnya dari kalangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), sedang mengalami pergeseran pola pikir signifikan terkait biaya platform. Menurut survei Katadata Insight Center (KIC) yang dilakukan antara 19 September dan 9 Oktober 2025, penjual semakin memandang biaya platform sebagai investasi bisnis strategis daripada sekadar biaya operasional. Perubahan perspektif ini didorong oleh manfaat nyata yang mereka rasakan melalui berbagai platform e-commerce.
Survei ini mengungkapkan beberapa wawasan penting tentang keadaan e-commerce di Indonesia saat ini:
Meskipun tren keseluruhan positif, survei juga menyoroti bahwa 31,7% penjual masih berjuang mengelola biaya platform dan kampanye promosi dalam strategi bisnis mereka. Namun, mayoritas (68,3%) telah berhasil mengintegrasikan biaya ini ke dalam perencanaan operasional mereka.
Survei ini menggarisbawahi pergeseran signifikan dalam bagaimana penjual e-commerce Indonesia memandang dan mengelola biaya platform. Dengan memandang biaya ini sebagai investasi daripada beban, penjual lebih siap memanfaatkan platform e-commerce untuk pertumbuhan bisnis. Seiring evolusi lanskap e-commerce, memahami dan beradaptasi dengan dinamika ini akan sangat penting bagi penjual dan penyedia platform.
E-commerce Platform Fee Perception Shift
UMKM Digital Adoption Growth