Key insights and market outlook
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) waktu satu tahun untuk meningkatkan kinerjanya, memperingatkan potensi pembekuan dan privatisasi jika tidak ada perubahan signifikan. Purbaya telah meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mereformasi lembaga yang bermasalah ini, mengancam bahwa kegagalan perbaikan dapat menyebabkan penggantian oleh Societe Generale de Surveilance (SGS) berbasis Swiss sebagaimana dilakukan pada era Orde Baru.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengeluarkan peringatan keras kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), memberikan lembaga ini waktu satu tahun untuk meningkatkan kinerjanya secara signifikan. Kegagalan memenuhi target ini dapat mengakibatkan pembekuan kantor tersebut dan berpotensi digantikan oleh entitas swasta.
Purbaya mengungkapkan bahwa ia telah meminta waktu grace period kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mereformasi Bea Cukai tanpa intervensi langsung. Menteri tersebut memperingatkan bahwa jika kinerja tidak membaik, pemerintah mungkin mempertimbangkan untuk mengembalikan Societe Generale de Surveilance (SGS) berbasis Swiss untuk menangani operasi kepabeanan, sebagaimana pernah diterapkan pada rezim Orde Baru. Langkah potensial ini menggarisbawahi betapa seriusnya situasi saat ini dan tekad pemerintah untuk mengatasinya.
DJBC telah menghadapi tantangan signifikan, termasuk persepsi publik yang negatif dan inefisiensi operasional. Purbaya menekankan bahwa ancaman penggantian ini nyata dan dipahami oleh pejabat bea cukai, dengan menyatakan, "Sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi." Pernyataan menteri setelah rapat dengan Komisi XI DPR RI ini menyoroti urgensi situasi dan kebutuhan akan reformasi segera.
Customs Office Reform Ultimatum
Potential Privatization Warning