Indonesian Fintech Lending Defaults Rise to 2.82% as Economic Uncertainty Persists
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

Gagal Bayar Pinjaman Fintech RI Naik ke 2,82% di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sektor pinjaman fintech Indonesia mengalami kenaikan tingkat gagal bayar, dengan tingkat kredit macet 90 hari mencapai 2,82% per September 2025, naik dari 2,60% di Agustus 2025 dan 2,38% pada September tahun lalu. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengaitkan kenaikan ini dengan faktor musiman dan ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut. Ketua Bidang Edukasi dan Riset AFPI, Marcella Chandra Wijayanti, menyatakan bahwa fluktuasi semacam ini normal, bahkan di perbankan tradisional.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Gagal Bayar Pinjaman Fintech Indonesia Naik di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Kenaikan Kredit Macet

Sektor pinjaman fintech di Indonesia mengalami peningkatan tingkat gagal bayar, dengan rasio kredit macet 90 hari mencapai 2,82% per September 2025. Ini merupakan kenaikan dari 2,60% di Agustus 2025 dan 2,38% pada September tahun sebelumnya. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah menanggapi kekhawatiran meningkatnya gagal bayar di ruang pinjaman peer-to-peer (P2P).

Faktor Musiman dan Kondisi Ekonomi

Marcella Chandra Wijayanti, Ketua Bidang Edukasi, Literasi, dan Riset AFPI, menjelaskan bahwa kenaikan NPL disebabkan oleh faktor musiman dan ketidakpastian makroekonomi yang sedang berlangsung. Wijayanti menyatakan bahwa fluktuasi seperti ini normal dan terjadi bahkan di sektor perbankan tradisional. Dia menekankan bahwa kondisi ekonomi saat ini ditandai dengan ketidakpastian, yang mempengaruhi kemampuan pembayaran pinjaman.

Implikasi bagi Sektor Fintech

Kenaikan NPL menyoroti tantangan yang dihadapi industri pinjaman fintech di Indonesia. Ketika sektor ini terus tumbuh, sektor ini harus menavigasi volatilitas ekonomi dan menjaga praktik manajemen risiko yang kuat. Komentar AFPI menunjukkan bahwa meskipun tingkat gagal bayar saat ini mengkhawatirkan, hal ini tidak mengejutkan mengingat konteks ekonomi yang lebih luas.

Kesimpulan

Industri pinjaman fintech di Indonesia mengalami kenaikan tingkat gagal bayar, dipengaruhi oleh faktor musiman dan ketidakpastian ekonomi. Ketika sektor ini bergerak maju, penting bagi pemberi pinjaman untuk beradaptasi dengan tantangan ini dan menerapkan strategi efektif untuk mengurangi risiko.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
9 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Fintech LendingNon-Performing LoansEconomic Uncertainty

Key Events

1

Rise in Fintech Lending Defaults

2

AFPI Statement on NPL Increase

Timeline from 1 verified sources