Key insights and market outlook
Meskipun investasi modal ventura menurun, sektor fintech Indonesia tetap tangguh dengan banyak perusahaan mencapai profitabilitas dan pertumbuhan pendapatan. Ketua Aftech, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa perusahaan fintech telah berkembang melampaui tahap pertumbuhan, kini lebih fokus pada pencapaian profitabilitas daripada sekadar ekspansi. Sektor ini menunjukkan fundamental yang membaik tanpa bergantung pada pendanaan baru, menandakan tren positif bagi industri.
Sektor fintech Indonesia menunjukkan ketangguhan yang luar biasa meskipun menghadapi tantangan dalam memperoleh pendanaan modal ventura. Menurut Pandu Sjahrir, Ketua Aftech (Asosiasi Fintech Indonesia), banyak perusahaan fintech tidak hanya bertahan tetapi berkembang dalam kondisi ekonomi saat ini. Industri ini telah bertransisi dari fokus pada pertumbuhan tanpa batas menjadi pencapaian profitabilitas yang berkelanjutan.
Tren yang diamati di sektor fintech Indonesia sejalan dengan wilayah Asia Tenggara secara keseluruhan. Data dari Tracxn menunjukkan bahwa total pendanaan startup di Indonesia turun menjadi $693 juta dalam 78 putaran pada 2024, penurunan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Demikian pula, Asia Tenggara mengalami penurunan pendanaan startup menjadi $2,8 miliar dalam 420 putaran, turun dari $7 miliar pada 2023. Meskipun menghadapi tantangan, sektor fintech tetap optimis tentang jalur pertumbuhannya.
Fintech Industry Maturation
Shift to Profitability
Resilience Amid Funding Decline