Key insights and market outlook
Produsen minuman kemasan di Indonesia sedang beradaptasi menghadapi tren penurunan konsumsi gula dan makanan ultra-proses (UPF). Penurunan penjualan tercatat pada beberapa pemain besar, termasuk PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ) dengan penurunan 4,6% YoY di segmen beverages dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dengan penurunan 1,2% YoY di pengolahan minuman kemasan. Perusahaan-perusahaan menerapkan berbagai strategi untuk menghadapi perubahan preferensi konsumen dan mempertahankan pangsa pasar di lingkungan yang menantang.
Industri makanan dan minuman di Indonesia sedang mengalami pergeseran signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan kesehatan. Data pasar terbaru menunjukkan bahwa beberapa produsen besar minuman berpemanis mengalami penurunan penjualan karena konsumen beralih dari minuman manis dan makanan ultra-proses (UPF).
Sebagai respons terhadap perubahan preferensi konsumen ini, produsen minuman di Indonesia sedang menerapkan berbagai strategi adaptasi. Meskipun detail spesifik strategi ini tidak diungkapkan dalam laporan, pengamat industri mencatat bahwa perusahaan kemungkinan besar fokus pada reformulasi produk, diversifikasi portofolio, dan penyesuaian pemasaran untuk lebih selaras dengan tren konsumen yang sadar kesehatan.
Tren penurunan konsumsi minuman manis dan UPF menghadirkan baik tantangan maupun peluang bagi produsen. Perusahaan yang berhasil menyesuaikan penawaran produk dan strategi bisnis mereka dengan perubahan permintaan konsumen kemungkinan akan mempertahankan atau meningkatkan posisi pasar mereka. Sebaliknya, perusahaan yang gagal merespons secara efektif mungkin akan menghadapi penurunan penjualan lanjutan dan potensi erosi pangsa pasar.
Sales Decline in Beverage Segment
Strategic Adaptation to Consumer Trends