Indonesian Footwear Industry Threatened by US Tariff Hike, APRISINDO Urges 0% Tariff
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedJan 3
Sources1 verified

Industri Alas Kaki RI Terancam Tarif AS, APRISINDO Minta Tarif 0%

Tim Editorial AnalisaHub·3 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri alas kaki Indonesia menghadapi tantangan besar akibat tarif AS sebesar 19% yang diberlakukan pada ekspor alas kaki Indonesia sejak 7 Agustus 2025, naik dari 10%. Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) mendesak pemerintah untuk menegosiasikan tarif resiprokal 0% dengan AS. Kenaikan tarif ini telah menyebabkan penurunan ekspor sebesar 23,14% ke AS selama Agustus-September 2025, mengancam produktivitas dan lapangan kerja di industri padat karya ini.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Industri Alas Kaki Indonesia Terancam Tarif AS

APRISINDO Mendesak Pemerintah Bertindak

Industri alas kaki Indonesia menghadapi tantangan besar akibat kenaikan tarif AS terhadap ekspor alas kaki Indonesia. Tarif telah meningkat menjadi 19% sejak 7 Agustus 2025, dari sebelumnya 10%. Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO) mengungkapkan keprihatinannya dan mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan untuk mengurangi dampaknya.

Dampak Ekonomi terhadap Ekspor Alas Kaki

Tarif yang lebih tinggi telah menyebabkan penurunan ekspor alas kaki Indonesia sebesar 23,14% ke AS selama Agustus-September 2025, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya pesanan akibat kenaikan tarif, yang kemudian mempengaruhi produktivitas dan meningkatkan risiko PHK di industri ini. Sektor alas kaki yang padat karya dan mempekerjakan hampir satu juta pekerja sangat rentan terhadap perubahan ini.

Posisi dan Permintaan APRISINDO

APRISINDO mendukung upaya Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam menegosiasikan tarif resiprokal dengan AS. Namun, asosiasi ini menekankan bahwa tarif untuk alas kaki harus diturunkan menjadi 0% atau setidaknya jauh lebih rendah dari 19% saat ini. APRISINDO berpendapat bahwa draf negosiasi saat ini hanya memberikan tarif 0% untuk komoditas berbasis sumber daya alam tropis, sementara sektor manufaktur padat karya seperti alas kaki tetap dikenakan tarif tinggi.

Konteks Historis dan Implikasi Masa Depan

Situasi ini mengingatkan pada tantangan sebelumnya yang dihadapi oleh industri tekstil. Eksportir telah khawatir tentang tarif yang lebih tinggi, hingga 32%, selama April-Juli 2025, yang menyebabkan strategi ekspansi dan ekspor yang hati-hati. Tarif 19% yang baru-baru ini diberlakukan, meskipun lebih rendah dari 32% yang dikhawatirkan, masih menimbulkan tantangan besar. Seruan APRISINDO untuk tarif 0% bertujuan mencegah dampak negatif lebih lanjut pada produktivitas dan lapangan kerja industri ini.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Tariff NegotiationFootwear IndustryTrade Policy

Key Events

1

US Tariff Hike on Indonesian Footwear

2

Export Decline Due to Tariff

Timeline from 1 verified sources