Key insights and market outlook
Industri kaca Indonesia optimis meningkatkan kinerja di 2026, didorong oleh permintaan pasar domestik dan harapan akan konsumsi dan daya beli yang lebih baik. Industri ini 80% bergantung pada pasar domestik, dengan ekspor menyumbang sekitar 20% ke ASEAN, Amerika Latin, Afrika Selatan, dan Eropa. Pelaku industri optimis waspada untuk mencapai pertumbuhan sejalan dengan target ekonomi nasional sebesar 5,4% 1
Industri kaca Indonesia berfokus pada peningkatan kinerja utilisasi dan penjualan di 2026, dengan pelaku industri menyoroti berbagai peluang dan tantangan. Henry T. Susanto, Ketua Umum Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia (APGI), menekankan bahwa pasar domestik tetap menjadi tumpuan utama bagi industri kaca, dengan sekitar 80% produksi ditujukan untuk kebutuhan lokal 2
Ekspor menyumbang sekitar 20% dari total penjualan, dengan pasar utama termasuk Asia Tenggara, Amerika Latin, Afrika Selatan, dan Eropa 2
Pemerintah Indonesia optimis dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di 2026 meskipun ketidakpastian global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan keyakinan bahwa dengan kebijakan fiskal dan moneter yang sinkron, ekonomi dapat tumbuh lebih baik dari proyeksi saat ini. Pemerintah menetapkan target pertumbuhan 6% untuk 2026, yang dianggap dapat dicapai mengingat tren positif yang berlanjut dari 2025 3
Industri ini juga memantau kinerja sektor manufaktur, berharap bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) akan tetap di atas 50, menunjukkan ekspansi yang berlanjut. Stabilitas di sektor manufaktur sangat penting bagi pertumbuhan industri kaca, karena merupakan pemasok utama bagi berbagai segmen manufaktur 1
Meski optimis, industri ini menghadapi tantangan seperti menjaga daya beli dan mengelola biaya produksi, termasuk potensi dampak harga gas yang tinggi. Kemampuan industri untuk mengatasi tantangan ini akan sangat penting dalam mencapai pertumbuhan yang diharapkan di 2026 2
Industry Growth Expectations for 2026
National Economic Growth Target Achievement