Key insights and market outlook
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memimpin sidang untuk mengatasi keluhan pengusaha, termasuk masalah pendanaan yang dihadapi perusahaan pengelolaan sampah PT Sumber Organik. Perusahaan mengalami kesulitan keuangan akibat penghentian Biaya Layanan Pengelolaan Sampah (BLPS) dari APBN. Menteri melakukan intervensi dengan mengalokasikan kembali dana dari anggaran Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendukung perusahaan.
Pemerintah Indonesia, yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, telah mengambil tindakan tegas untuk mengatasi keluhan pengusaha terkait masalah pendanaan. Salah satu kasus yang menonjol melibatkan PT Sumber Organik, perusahaan pengelolaan sampah yang beroperasi di Surabaya. Perusahaan ini menghadapi tantangan keuangan signifikan akibat penghentian Biaya Layanan Pengelolaan Sampah (BLPS) dari APBN.
PT Sumber Organik, yang mengoperasikan pembangkit listrik tenaga sampah di lokasi pembuangan Benowo, Surabaya, menerima BLPS dari APBN dari tahun 2021 hingga 2024. Namun, alokasi dana ini dihentikan pada tahun 2025, menciptakan ketidakpastian keuangan bagi perusahaan. Direktur Utama PT Sumber Organik, Agus Santoso, mengungkapkan kekhawatiran bahwa tanpa BLPS, operasional perusahaan akan sangat terganggu.
Menteri Purbaya mengatasi masalah ini dengan mengalokasikan kembali dana dari anggaran Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendukung PT Sumber Organik. Menteri memastikan bahwa dana yang diperlukan akan ditransfer untuk memastikan kelangsungan operasional perusahaan. Intervensi ini menunjukkan pendekatan proaktif pemerintah dalam menyelesaikan keluhan pengusaha dan mendukung proyek infrastruktur kritis.
Keputusan pemerintah untuk mendukung PT Sumber Organik menyoroti komitmennya untuk menjaga stabilitas di sektor-sektor kunci, termasuk pengelolaan sampah. Langkah ini diharapkan memiliki implikasi positif bagi kesehatan keuangan dan kelangsungan operasional perusahaan.
Government Funding Reallocation
Business Complaint Resolution