Indonesian Government Ministries Show Strong Budget Absorption, Ministry of Finance 'Overwhelmed' by Requests
Back
Back
5
Impact
4
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 19
Sources3 verified

Kementerian di Indonesia Tunjukkan Serapan Anggaran yang Kuat, Kemenkeu 'Kerepotan' dengan Permintaan

Tim Editorial AnalisaHub·19 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Kementerian Keuangan Indonesia menghadapi permintaan alokasi anggaran yang tinggi dari berbagai kementerian dan lembaga (K/L), dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa mereka 'keteteran' dengan permintaan terus-menerus 1

2. Meskipun demikian, tingkat penyerapan untuk program prioritas telah mencapai 81,2% dari Rp 927,2 triliun pada November 2025 3. Pemerintah tetap berkomitmen untuk mempertahankan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tanpa penyesuaian 1.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Kementerian di Indonesia Tunjukkan Serapan Anggaran yang Kuat, Kemenkeu 'Kerepotan'

Permintaan Alokasi Anggaran yang Tinggi

Kementerian Keuangan Indonesia menghadapi permintaan yang tinggi dari berbagai kementerian dan lembaga (K/L) untuk alokasi anggaran tambahan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kementeriannya 'keteteran' dengan permintaan terus-menerus, menyatakan, "Terus terang kita (Kementerian Keuangan) agak keteteran tuh karena mereka (K/L) minta duit terus, minta duit terus." 1

2. Situasi ini menunjukkan bahwa K/L lebih siap untuk menyerap anggaran mereka dibandingkan awal tahun.

Kinerja yang Kuat pada Program Prioritas

Meskipun ada tantangan dalam mengelola permintaan anggaran, tingkat penyerapan untuk program prioritas menunjukkan kinerja yang kuat. Pada akhir November 2025, realisasi belanja program prioritas mencapai Rp 752,7 triliun, atau 81,2% dari total alokasi anggaran Rp 927,2 triliun 3

. Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, capaian ini menunjukkan bahwa belanja pemerintah untuk program prioritas masih on track.

Program Reguler Menunjukkan Penyerapan yang Lebih Cepat

Suahasil mencatat bahwa program dengan karakteristik reguler cenderung memiliki tingkat penyerapan yang lebih cepat, dengan beberapa mendekati realisasi di atas 90% 3

. Ini menunjukkan peningkatan kemampuan perencanaan dan pelaksanaan di kalangan K/L untuk program reguler mereka.

Tidak Ada Rencana Penyesuaian pada APBN 2026

Meskipun ada permintaan alokasi tambahan yang tinggi, Menteri Purbaya menekankan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk menyesuaikan struktur APBN 2026 1

. Ia menyebutkan bahwa takut akan pemotongan anggaran untuk penggunaan yang kurang optimal memotivasi K/L untuk meningkatkan kinerja belanja mereka.

Sumber

  1. [Detik Finance - Purbaya Keteteran Gara-gara Banyak Kementerian Minta Duit Terus](
  2. [Detik Finance - Purbaya: Kita Keteteran K/L Minta Duit Terus, Minta Duit Terus](
  3. [Kontan - Belanja Pogram Prioritas Tembus Rp 752,7 Triliun Hingga November 2025](
Original Sources

Story Info

Published
0 months ago
Read Time
12 min
Sources
3 verified

Topics Covered

Government BudgetMinistry of FinanceBudget Absorption

Key Events

1

High Budget Absorption Rate

2

Ministry Requests for Additional Funds

3

2026 State Budget Structure Maintained

Timeline from 3 verified sources