Key insights and market outlook
Lulusan baru di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mencari pekerjaan, dengan banyak yang terpaksa melakukan pekerjaan lepas atau serabutan meskipun telah mengikuti program pelatihan pemerintah seperti Prakerja. Hambatan utama termasuk persyaratan pekerjaan yang ketat seperti pengalaman dan batas usia, menciptakan kesenjangan antara keterampilan lulusan dan harapan pemberi kerja. Situasi ini menyoroti perlunya keselarasan yang lebih baik antara pendidikan, program pelatihan, dan kebutuhan pasar kerja.
Lulusan baru di Indonesia mengalami masa pengangguran yang panjang meskipun telah berpartisipasi dalam inisiatif pemerintah seperti program Prakerja. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan kerja melalui pelatihan dan sertifikasi, namun belum cukup untuk mendapatkan pekerjaan tetap bagi banyak peserta. Lulusan seperti Vian (25) telah mengikuti berbagai sesi pelatihan dan memperoleh sertifikasi namun tetap menghadapi tantangan besar di pasar kerja 1
Hambatan utama termasuk persyaratan pekerjaan yang ketat seperti pengalaman sebelumnya dan batas usia, yang sering dianggap berlebihan bagi lulusan baru. Hal ini menciptakan paradoks di mana pemberi kerja menuntut pengalaman untuk posisi tingkat awal, sementara lulusan baru kesulitan mendapatkan pengalaman tersebut. Akibatnya, banyak yang terpaksa melakukan pekerjaan lepas atau sementara, seperti staf acara, yang tidak memerlukan kualifikasi atau pengalaman tertentu 2
Situasi ini menyoroti kesenjangan antara pendidikan/pelatihan dan kebutuhan pasar kerja. Sementara program seperti Prakerja membantu meningkatkan keterampilan, program tersebut sering gagal diterjemahkan menjadi peluang kerja nyata. Diskoneksi antara pasokan lulusan terampil dan permintaan pemberi kerja terus menjadi masalah kritis di pasar kerja Indonesia.
Pengangguran yang berkepanjangan di kalangan lulusan tidak hanya mempengaruhi kehidupan individu tetapi juga memiliki implikasi ekonomi yang lebih luas. Hal ini mewakili penggunaan modal manusia yang tidak optimal dan dapat menyebabkan penurunan keterampilan dari waktu ke waktu. Mengatasi masalah ini memerlukan pendekatan multi-faset yang melibatkan reformasi pendidikan, kolaborasi industri, dan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.
Graduate Unemployment Persistence
Government Training Program Evaluation
Labor Market Mismatch Analysis