Key insights and market outlook
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memasukkan program bedah rumah (BSPS) dalam APBD 2026, mengingat kemampuan fiskal provinsi yang cukup kuat dengan 68% anggaran berasal dari Pendapatan Asli Daerah. Hal ini muncul di tengah data BPS yang menunjukkan 209.000 rumah tidak layak huni di Jakarta. Menteri menekankan bahwa langkah ini sangat diapresiasi mengingat kapasitas keuangan Jakarta.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendesak pemerintah Jakarta untuk mengalokasikan dana bagi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dalam APBD 2026. Permintaan ini muncul setelah statistik terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Jakarta memiliki sekitar 209.000 rumah tidak layak huni.
Tito menekankan bahwa Jakarta memiliki kemampuan keuangan untuk mendanai inisiatif semacam ini, dengan 68% anggaran daerahnya berasal dari Pendapatan Asli Daerah. 'Kami sangat mengapresiasi jika masalah perumahan dianggarkan, karena DKI memiliki kemampuan fiskal untuk itu,' kata Tito saat ditemui di Wisma Mandiri, Jakarta. Menteri lebih lanjut menyarankan agar program BSPS diprioritaskan, terutama di daerah kumuh.
Program BSPS bertujuan meningkatkan kondisi perumahan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah melalui bantuan keuangan untuk perbaikan rumah. Dengan banyaknya rumah tidak layak huni di Jakarta, program ini dapat berperan penting dalam meningkatkan standar hidup dan mengatasi tantangan perumahan perkotaan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya yang lebih luas untuk meningkatkan infrastruktur perkotaan dan kualitas hidup di ibu kota Indonesia.
2026 Budget Planning for Housing Programs
BSPS Program Allocation Discussion