Key insights and market outlook
Industri perhotelan Indonesia diprediksi masih tertekan pada 2026, dengan tingkat okupansi masih di bawah level sebelum pandemi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat hunian kamar hotel secara nasional turun 4,43% YoY hingga Oktober 2025, dengan rata-rata tingkat hunian tahun 2025 hanya mencapai 48,07%, lebih rendah dibandingkan rata-rata 2024 yang berada di kisaran 52,50%.
Industri perhotelan Indonesia menghadapi tahun yang sulit di 2026, karena tingkat okupansi masih mengalami kesulitan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan 4,43% YoY pada tingkat hunian kamar hotel secara nasional hingga Oktober 2025. Ini berarti rata-rata tingkat hunian tahun 2025 hanya mencapai 48,07%, yang lebih rendah dibandingkan rata-rata 2024 yang berada di kisaran 52,50%.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengatribusikan pemulihan yang lambat kepada pembatasan belanja pemerintah yang berkelanjutan, yang secara historis telah menjadi driver utama permintaan. Dengan pembatasan ini, industri kemungkinan akan menghadapi tekanan yang berkelanjutan.
Penurunan Tingkat Okupansi
Pembatasan Belanja Pemerintah