Key insights and market outlook
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengusulkan penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bertahap hingga 8% pada 2028 untuk mendukung pemulihan ekonomi, terutama bagi sektor industri. Ketua HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menilai bahwa tarif PPN 11% saat ini memberi tekanan pada pasar, menyebabkan penurunan penjualan dan penundaan ekspansi. Penurunan bertahap diharapkan dapat memulihkan keyakinan konsumen dan menggerakkan produksi kembali.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) telah secara resmi mengusulkan penurunan bertahap Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari tarif 11% saat ini menjadi 8% pada 2028. Usulan ini bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, terutama di sektor industri yang terpengaruh oleh penyesuaian pajak baru-baru ini. Ketua HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menekankan bahwa tarif PPN saat ini berdampak negatif pada dinamika pasar.
Ma'ruf menjelaskan bahwa tingginya tarif PPN berkontribusi pada penurunan belanja konsumen dan penundaan ekspansi bisnis. Sektor industri sangat terdampak karena tingginya biaya operasional mempengaruhi rencana produksi dan investasi. "Kami melihat penjualan menurun dan rencana ekspansi tertunda di berbagai sektor. Meski bukan satu-satunya faktor, tarif PPN yang tinggi jelas menambah tekanan pada pasar. Penurunan bertahap akan membantu memulihkan keyakinan konsumen dan menggerakkan produksi kembali," ungkap Ma'ruf.
Usulan penurunan bertahap dirancang untuk memberi waktu bagi pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian sambil menjaga pendapatan pemerintah. Pengelola kawasan industri percaya bahwa penurunan tarif PPN akan mendorong konsumsi dan berpotensi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Langkah ini dipandang penting untuk menjaga daya saing Indonesia di kancah manufaktur global.
Meski usulan menyarankan penurunan bertahap hingga 8% pada 2028, jadwal pasti penurunan tarif belum ditentukan. Asosiasi industri diharapkan akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan pejabat pemerintah untuk menentukan jadwal implementasi yang paling tepat, yang menyeimbangkan stimulus ekonomi dengan pertimbangan fiskal.
VAT Reduction Proposal
Industrial Sector Support Initiative