Key insights and market outlook
Para ekonom memproyeksikan inflasi Indonesia akan melambat pada November 2025, dengan perkiraan median sebesar 0,20% bulan ke bulan dan 2,74% tahun ke tahun. Penurunan ini dikaitkan dengan penurunan harga emas dan peningkatan pasokan pangan. Ekonom dari bank-bank besar seperti Danamon, Permata, dan Mandiri memberikan prakiraan yang bervariasi, dengan faktor-faktor seperti harga pangan musiman dan program stabilisasi pemerintah yang memengaruhi prediksi mereka.
Inflasi Indonesia Diproyeksikan Melandai pada November 2025
Para ekonom memproyeksikan moderasi dalam tingkat inflasi Indonesia untuk November 2025. Menurut konsensus dari 15 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg, perkiraan median untuk Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah 0,20% month-on-month (MtM). Ini merupakan penurunan dari tingkat inflasi Oktober 2025 sebesar 0,28% (MtM). Pada basis year-on-year (YoY), proyeksi median dari 25 ekonom adalah 2,74%, turun dari 2,86% pada Oktober 2025.
Penurunan proyeksi inflasi terutama disebabkan oleh normalisasi harga emas, yang melonjak pada bulan-bulan sebelumnya. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata (BNLI), mencatat bahwa lonjakan inflasi inti pada Oktober sebagian besar didorong oleh kenaikan harga emas, namun efek ini diperkirakan akan mereda pada November. Selain itu, kondisi pasokan yang membaik dan program stabilisasi pemerintah telah berkontribusi pada deflasi harga beras, membantu moderasi inflasi secara keseluruhan.
Ekonom yang berbeda telah memberikan prakiraan yang bervariasi berdasarkan analisis mereka terhadap berbagai faktor. Hosianna Evalita Situmorang dari Bank Danamon (BDMN) memberikan perkiraan tertinggi pada 0,29% (MtM), sementara Krystal Tan dari Australia & New Zealand Banking Group Ltd memberikan yang terendah pada 0,10% (MtM). Pada basis tahunan, Adam Ahmad Samdin dari Oxford Economics Ltd memprakirakan inflasi tertinggi pada 2,9%, sementara Goldman Sachs & Co LLC memprediksi yang terendah pada 2,60%.
Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri (BMRI), memproyeksikan bahwa inflasi keseluruhan akan berada pada 0,2% MoM pada November 2025, turun dari 0,3% pada bulan sebelumnya. Ia mencatat bahwa harga pangan volatile diperkirakan akan melunak lebih lanjut karena deflasi lanjutan pada komoditas pangan utama seperti beras (-1,2%), ayam (-0,9%), bawang putih (-0,8%), dan bawang merah (-1,2%). Asmoro juga menyoroti koreksi tajam pada harga cabai rawit sebesar -8,5%, yang berkontribusi pada inflasi pangan volatile yang rendah.
Meski tekanan harga sedang mereda, Asmoro mencatat beberapa tekanan yang didorong oleh permintaan, yang tercermin dalam Mandiri Spending Index (MSI), yang naik 6,2% (MtM) pada awal Q4/2025. Harga yang diatur diperkirakan akan meningkat sedikit karena tarif transportasi udara yang lebih tinggi menjelang akhir tahun dan kenaikan harga bahan bakar non-subsidi.
Gambaran keseluruhan adalah bahwa inflasi tetap positif namun dengan tekanan harga yang mereda. Moderasi inflasi merupakan tanda positif bagi ekonomi Indonesia, yang menunjukkan bahwa upaya stabilisasi dan kondisi pasokan yang membaik memberikan dampak. Namun, pemantauan terus-menerus diperlukan karena tekanan yang didorong oleh permintaan dan perubahan harga yang diatur dapat mempengaruhi tren inflasi di masa depan.
November 2025 Inflation Projection
Consumer Price Index Announcement
Economic Consensus Forecast