Indonesian Insurance and Manufacturing Sectors Show Positive Growth Prospects for 2026
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 4
Sources6 verified

Sektor Asuransi dan Manufaktur Indonesia Tunjukkan Prospek Pertumbuhan Positif di 2026

Tim Editorial AnalisaHub·4 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri asuransi Indonesia diperkirakan akan tetap tumbuh positif di 2026, didorong oleh peningkatan investasi pada surat berharga negara dan meningkatnya kesadaran akan risiko. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa investasi asuransi mencapai Rp42,15 triliun per Oktober 2025, dengan pertumbuhan 60,43% year-on-year. Sementara itu, sektor manufaktur diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan investasi, dengan Kementerian Perindustrian memproyeksikan investasi sebesar Rp852,9 triliun di 2026, meningkat signifikan dari Rp756,06 triliun di 2025.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Keuangan Indonesia Menunjukkan Ketahanan dan Prospek Pertumbuhan di 2026

Kinerja Industri Asuransi

Industri asuransi Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat hingga Oktober 2025, dengan total investasi mencapai Rp42,15 triliun, mewakili pertumbuhan 60,43% year-on-year 1

. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa mayoritas investasi asuransi ditempatkan pada surat berharga negara (SBN), dengan perusahaan asuransi jiwa mengalokasikan 41,82% dari portofolionya pada instrumen ini 1.

Proyeksi Industri Securities Crowdfunding (SCF)

Industri Securities Crowdfunding (SCF) juga menunjukkan prospek pertumbuhan yang baik. PT Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) memproyeks/2026 bahwa industri akan memasuki fase konsolidasi di 2026, fokus pada peningkatan kualitas bukan hanya ekspansi kuantitas 3

. Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) lebih optimis, memproyeksikan pertumbuhan 50% pada dana kelolaan di 2026 2.

Proyeksi Investasi Sektor Manufaktur

Kementerian Perindustrian memproyeksikan bahwa investasi manufaktur akan mencapai Rp852,9 triliun di 2026, naik dari Rp756,06 triliun di 2025 5

. Subsektor Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) diproyeksikan menjadi kontributor terbesar dengan investasi Rp396,3 triliun. Kontributor signifikan lainnya termasuk industri agro (Rp251,6 triliun) dan industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Rp198 triliun) 5.

Tantangan dan Peluang

Kedua sektor menghadapi tantangan. Industri asuransi perlu mengatasi masalah seperti kualitas underwriting, tekanan klaim, dan penyesuaian regulasi 1

. Sektor manufaktur menghadapi permintaan yang melemah dan kenaikan biaya, yang telah memperlambat ekspansi 6.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Laporan Investasi OJK](
  2. [Kontan - Proyeksi Pertumbuhan ALUDI](
  3. [Kontan - Konsolidasi Industri ICX](
  4. [Bisnis.com - Laporan Premi Asuransi OJK](
  5. [Kontan - Proyeksi Kementerian Perindustrian](
  6. [Kontan - Tantangan Sektor Manufaktur](
Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
15 min
Sources
6 verified

Topics Covered

Insurance Industry GrowthSecurities Crowdfunding ProjectionsManufacturing Investment Forecast

Key Events

1

Insurance Investment Growth

2

SCF Industry Consolidation

3

Manufacturing Investment Projection

Timeline from 6 verified sources