Key insights and market outlook
Reksadana syariah Indonesia mengalami pertumbuhan 61,30% year-to-date dalam Aset Kelolaan (AUM), mencapai Rp 81,54 triliun pada November 2025. Lonjakan ini terutama didorong oleh pemulihan pasar saham dan penurunan yield obligasi. Dana syariah saham dan pendapatan tetap sama-sama menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan kinerja yang erat kaitannya dengan instrumen pasar yang mendasarinya.
Reksadana syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan kuat di 2025, dengan Aset Kelolaan (AUM) meningkat 61,30% year-to-date menjadi Rp 81,54 triliun pada November 2025. Kenaikan signifikan ini didorong oleh kondisi pasar yang mendukung di berbagai kelas aset.
Kinerja reksadana syariah terutama dipengaruhi oleh dua faktor utama:
Para ahli keuangan mengaitkan pertumbuhan ini dengan kinerja instrumen pasar yang mendasarinya. Arjun Ajwani, Analis Riset di Infovesta Kapital Advisori, mencatat bahwa faktor pendorong reksadana syariah sama dengan reksadana konvensional, dengan kinerja yang erat kaitannya dengan pergerakan pasar. Reza Fahmi dari Henan Putihrai Asset Management (HPAM) menambahkan bahwa stabilitas indeks saham syariah meskipun volatilitas pasar tinggi menjadi faktor kunci kinerja positif.
Momentum positif reksadana syariah diperkirakan berlanjut ke 2026, didukung oleh pemulihan pasar yang terus berlanjut dan potensi penurunan yield obligasi lebih lanjut. Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global dan dampaknya terhadap pasar keuangan domestik.
Islamic Mutual Fund Growth
AUM Increase
Market Recovery Impact