Key insights and market outlook
Industri asuransi jiwa Indonesia mengalami kontraksi pendapatan premi, dengan penurunan 2,06% year-on-year menjadi Rp132,85 triliun per September 2025 1
Industri asuransi jiwa Indonesia telah mengalami kontraksi pendapatan premi yang berlanjut, dengan penurunan 2,06% year-on-year menjadi Rp132,85 triliun per September 2025 1
Meski terjadi kontraksi secara keseluruhan, terdapat pergeseran signifikan dalam preferensi konsumen ke arah produk asuransi jiwa tradisional. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), produk tradisional kini menyumbang sekitar 63% dari total pendapatan premi 2
Para ahli industri mengaitkan tantangan saat ini dengan efek luka memar dari kasus-kasus gagal bayar perusahaan asuransi yang menonjol beberapa tahun terakhir, seperti Jiwasraya dan Bumiputera 1
Dedy Kristianto, seorang ahli asuransi, menawarkan pandangan yang lebih optimis untuk jangka pendek, menyarankan bahwa pendapatan premi mungkin akan stabil pada akhir 2025 dengan potensi pertumbuhan moderat di kuartal keempat karena faktor musiman 1
Industri ini menghadapi tantangan sekaligus peluang saat menavigasi lanskap saat ini. Sementara kontraksi pendapatan premi berlanjut, pergeseran ke produk tradisional dan potensi peningkatan musiman dalam permintaan menawarkan jalur untuk pertumbuhan. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI, tetap optimis tentang prospek industri, mengutip fondasi industri yang kuat dan insentif fiskal pemerintah yang dapat mendukung daya beli konsumen 2
Kontraksi Premi Asuransi Jiwa
Pergeseran ke Asuransi Tradisional