Indonesian Life Insurance Industry Faces Challenges Amid Shifting Consumer Preferences
Back
Back
6
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 5
Sources2 verified

Industri Asuransi Jiwa Indonesia Menghadapi Tantangan di Tengah Perubahan Preferensi Konsumen

Tim Editorial AnalisaHub·5 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Industri asuransi jiwa Indonesia mengalami kontraksi pendapatan premi, dengan penurunan 2,06% year-on-year menjadi Rp132,85 triliun per September 2025 1

. Meskipun demikian, terjadi pergeseran preferensi konsumen ke produk asuransi jiwa tradisional, dengan pangsa meningkat menjadi 63% dari total pendapatan premi. Para ahli industri menyarankan bahwa meningkatkan kepercayaan konsumen dan menyesuaikan penawaran produk akan sangat penting untuk pemulihan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Pasar Asuransi Jiwa Indonesia Menghadapi Tantangan dan Perubahan Preferensi Konsumen

Kontraksi Pendapatan Premi Berlanjut

Industri asuransi jiwa Indonesia telah mengalami kontraksi pendapatan premi yang berlanjut, dengan penurunan 2,06% year-on-year menjadi Rp132,85 triliun per September 2025 1

. Kontraksi ini mengikuti penurunan serupa pada bulan-bulan sebelumnya, dengan Agustus 2025 mengalami penurunan 1,21% dan Juli 2025 sebesar 0,84% 1.

Pergeseran ke Produk Asuransi Jiwa Tradisional

Meski terjadi kontraksi secara keseluruhan, terdapat pergeseran signifikan dalam preferensi konsumen ke arah produk asuransi jiwa tradisional. Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), produk tradisional kini menyumbang sekitar 63% dari total pendapatan premi 2

. Selama semester pertama 2025, premi asuransi jiwa tradisional mencapai Rp55,20 triliun, mewakili pertumbuhan 6,5% year-on-year 2. Sebaliknya, produk unit-linked mengalami penurunan sebesar 11,7% menjadi Rp32,40 triliun pada periode yang sama 2.

Wawasan Ahli Industri

Para ahli industri mengaitkan tantangan saat ini dengan efek luka memar dari kasus-kasus gagal bayar perusahaan asuransi yang menonjol beberapa tahun terakhir, seperti Jiwasraya dan Bumiputera 1

. Wahju Rohmanti, dosen asuransi syariah, menyarankan bahwa membangun kembali kepercayaan konsumen akan sangat krusial bagi pemulihan industri. Beliau merekomendasikan agar perusahaan fokus mengembangkan strategi untuk memulihkan kepercayaan dan memodernisasi pendekatan pemasaran 1.

Dedy Kristianto, seorang ahli asuransi, menawarkan pandangan yang lebih optimis untuk jangka pendek, menyarankan bahwa pendapatan premi mungkin akan stabil pada akhir 2025 dengan potensi pertumbuhan moderat di kuartal keempat karena faktor musiman 1

. Beliau merekomendasikan agar perusahaan asuransi mengadopsi beberapa strategi untuk meningkatkan pendapatan premi, termasuk menawarkan produk yang lebih terjangkau, meningkatkan edukasi proteksi, memperkuat saluran distribusi digital, dan menyederhanakan penawaran produk 1.

Prospek Pasar

Industri ini menghadapi tantangan sekaligus peluang saat menavigasi lanskap saat ini. Sementara kontraksi pendapatan premi berlanjut, pergeseran ke produk tradisional dan potensi peningkatan musiman dalam permintaan menawarkan jalur untuk pertumbuhan. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI, tetap optimis tentang prospek industri, mengutip fondasi industri yang kuat dan insentif fiskal pemerintah yang dapat mendukung daya beli konsumen 2

.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Kasus Gagal Bayar Sisakan 'Scarring Effect'](
  2. [Bisnis.com - AAJI: Tiga Tahun Terakhir Minat Masyarakat Geser ke Asuransi Jiwa Tradisional](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
15 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Asuransi JiwaPendapatan PremiPreferensi Konsumen

Key Events

1

Kontraksi Premi Asuransi Jiwa

2

Pergeseran ke Asuransi Tradisional

Timeline from 2 verified sources